Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Samoa melawan penumpukan sampah plastik
  • Sabtu, 27 Januari 2018 — 14:36
  • 1135x views

Samoa melawan penumpukan sampah plastik

“Di sini kita tidak bisa mendaur ulang plastik,” kata Marina Keil, Direktur Umum Asosiasi Pengelola Sampah dan Daur Ulang Samoa.
Limbah sampah plastik di Pantai Timur Samoa – samoaplanet.com
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Apia, Jubi - “Kita sudah mulai makan plastik.” Ini adalah kenyataan terkait persediaan makanan dan air di Samoa yang dibenarkan oleh Konsultan proyek Lingkungan Hidup, Tiffany Straza, dan didukung oleh penasihat polusi S.P.R.E.P, Anthony Talouli.

Semua negara di seluruh dunia sedang berjuang menemukan solusi berkelanjutan untuk mengatasi polusi plastik dan dampaknya terhadap lingkungan.

Karena isolasi dan perkembangan ekonomi Samoa yang lamban, dilema plastik Samoa diperparah oleh tidak adanya program daur ulang, yang semakin terlihat di mata umum dengan akumulasi sampah plastik, terutama kantong plastik dan botol air minum di pinggir jalan, tepi sungai, dan pantai.

“Di sini kita tidak bisa mendaur ulang plastik,” kata Marina Keil, Direktur Umum Asosiasi Pengelola Sampah dan Daur Ulang Samoa.

Seperti banyak negara lainnya, Samoa mengirimkan sampah plastiknya ke Tiongkok untuk didaur ulang. Namun menurut Talouli, belakangan ini, Tiongkok telah memperingatkan semua negara bahwa mereka tidak akan lagi menerima sampah plastik dalam kondisi kotor seperti selama ini. Hal itu berdampak efektif pada Samoa.

Seorang pekerja sedang beristirahat ditengah tumpukan sampah botol plastic di sebuah pusat daur ulang di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, 6 November 2011 – The Atlantic

"Program Lingkungan PBB (UNEP) sangat prihatin karena Pasifik hampir-hampir tak punya pilihan untuk dapat mendaur ulang atau menyingkirkan sampah plastik,” tutur Straza.

“Pasifik memerlukan begitu banyak plastik, kita bergantung pada komoditas impor dan komoditas tersebut terbungkus plastik. Namun kami juga menerima arus dari samudra pasifik (bahkan di pulau-pulau yang tidak berpenghuni) yang membawa serta sampah plastik dari laut yang berasal dari tempat lain dan negara lain atau dari kapal penangkap ikan.”

Sementara sampah botol air minum plastik menjadi masalah yang berkembang, upaya pengelolaan yang populer adalah dengan larangan atau retribusi penggunaan kantung plastik sekali pakai terlebih dahulu. Sebuah upaya yang berhasil disahkan di Fiji, Vanuatu dan Selandia Baru.

Pada tahun 2005, Samoa mencoba melarang kantong plastik dan mengijinkan plastik alternatif yang dapat terdegradasi. Namun menurut analisis hanya 30-40 persen dapat terdegradasi di alam.

Dalam Pacific Island Forum yang diselenggarakan tahun lalu di Samoa, Perdana Menteri Tuilaepa Sailele Malielagaoi, bersama pemimpin Pulau Pasifik lainnya, berjanji mempercepat pelarangan kantong plastik dan styrofoam di negara masing-masing.(Samoa Observer)

loading...

Sebelumnya

Agar tak tinggal di hotel, kediaman resmi PM Solomon segera dibangun

Selanjutnya

PNG kelebihan ‘stok’ kaum muda; jadi penentu, ancaman atau beban?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6654x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3304x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2714x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2364x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe