Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. PNG kelebihan ‘stok’ kaum muda; jadi penentu, ancaman atau beban?
  • Minggu, 28 Januari 2018 — 13:06
  • 957x views

PNG kelebihan ‘stok’ kaum muda; jadi penentu, ancaman atau beban?

Tingkat pengangguran kaum muda sangat tinggi di PNG. Mereka yang tinggal di daerah perkotaan hidup dari hari ke hari dengan sedikit rencana jangka panjang, sering melakukan kejahatan oportunistik demi bertahan hidup dan terus menjalani kehidupan tanpa arah. Meskipun sektor informal menanjak pesat, kehidupan bagi kaum muda ini melelahkan dan penuh ketidakpastian.
Siswa siswi Sekolah Kumbareta yang dikelola oleh Oaktree dan Baptist Union pada tahun 2015 - Development Policy Centre/Oaktree
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Moresby, Jubi - Pertunjukan hip hop, pidato berapi-api, face painting dan senyuman bertebaran menjadi ikon unik ditengah atmosfir antusias saat perayaan hari Pemuda Internasional yang diadakan pada bulan Agustus tahun lalu di Port Moresby.

Perayaan tersebut mengumpulkan banyak organisasi untuk mendukung kampanye Sanap Wantaim, atau kampanye Stand Together, yang dipimpin kaum pemuda, guna mengakhiri kekerasan terhadap perempuan di kota tersebut. Keceriaan, kecekatan, dan kecerdasan kaum muda Papua Nugini terpampang secara umum.

Sebanyak 54 persen penduduk Papua Nugini berusia 24 tahun atau lebih muda, demikian menurut CIA World Factbook. Tingginya presentasi kaum muda atau youth bulge ini merupakan isu serius yang mengancam perkembangan dan stabilitas PNG dimasa depan. Namun, youth bulge juga bisa membawa peluang positif yang menarik. Peluang ini dapat  dan harus dimanfaatkan oleh masyarakat regional Pasifik.

PNG adalah negara yang berada dibawah garis kemiskinan.Sebanyak 89 persen dari total populasinya tinggal di daerah terpencil dan hanya menikmati layanan terbatas dan sulit diakses, ekonominya juga didominasi oleh ekstraksi SDA.

Kapasitas negara ini untuk menyediakan layanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur sangat lemah, terutama karena tata kelola pemerintahan yang buruk dan desentralisasi. Meskipun PNG adalah negara demokrasi yang dinamis dan aktif, pemerintahan sudah lemah karena dijejalkan oleh korupsi dan patronase politik.

Modernisasi dan marginalisasi kaum muda

Kaum muda sudah lama termarginalisasikan di Papua Nugini. Dengan sekitar delapan ratus kelompok etnis berbeda dan warisan struktur sosial tradisional dan konsepsi mengenai kepemimpinan  yang sedang ditantang oleh ide kapitalis dan Barat, kaum muda seringkali diasingkan dan bahkan ditolak dalam proses pengambilan keputusan.

Namun, proses modernisasi ini telah menggeser identitas anak muda. Masyarakat berevolusi menjadi lebih individualistis, dan orang muda menghadapi kewajiban persaingan dimana di satu sisi mereka harus meningkatkan kemakmuran komunitas mereka, namun di sisi lain tidak dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan masyarakat yang relevan dengan kehidupan mereka.

Barbra Thomas, Direktur organisasi pemberdayaan pemuda PNG The Voice Inc., mengungkapkan karena peluang kerja sektor formal semakin langka, kaum muda sering dianggap ‘semakin putus asa’ dan tidak mampu meningkatkan kemakmuran dan berbakti kembali kembali ke masyarakat.

Youth bulge mengancam suksesnya penyampaian layanan  pemerintah seperti pendidikan. Dengan memiliki lebih banyak populasi muda, institusi-institusi di PNG yang sudah lama terbengkalai berada dibawah tekanan yang semakin besar, menghasilkan kelangkaan sumber daya dan kemacetan atau ‘bottlenecks’ institutional.

Kemacetan ini juga dirasakan di sektor kesehatan, yang mengalami masalah kekurangan sumber daya dan sering kekurangan obat-obatan dasar. Sektor kesehatan harus merespon atas meningkatnya kelompok penderita TB dan HIV yang resistan.

Namun, masalah utama youth bulge adalah struktural: kaum muda tidak diberi kesempatan bekerja di sektor formal. Menurut Bank Pembangunan Asia, hanya lima persen dari populasi penduduk usia kerja PNG yang dipekerjakan secara formal.

Pengangguran muda di perkotaan

Tingkat pengangguran kaum muda sangat tinggi di PNG. Mereka yang tinggal di daerah perkotaan hidup dari hari ke hari dengan sedikit rencana jangka panjang, sering melakukan kejahatan oportunistik demi bertahan hidup dan terus menjalani kehidupan tanpa arah. Meskipun sektor informal menanjak pesat, kehidupan bagi kaum muda ini melelahkan dan penuh ketidakpastian.

Masalah struktural youth bulge terutama sangat genting di daerah perkotaan. Mereka yang tinggal di perkotaan sering terasing dari komunitas tradisional mereka, dan penghidupan mereka lebih berbahaya dan tidak pasti daripada rekan-rekan mereka di perkampungan.

Generasi muda bermigrasi ke kota-kota besar seperti Port Moresby dan Lae untuk mencari peluang kerja yang pada akhirnya terlalu langka untuk bisa mereka dapatkan. Banyak dari mereka tinggal di permukiman sementara ilegal yang terkenal penuh dengan kejahatan dan kekerasan.

Efek destabilisasi youth bulge semakin meningkat intensitasnya di kota-kota besar, namun di situlah ada potensi paling besar untuk perubahan positif. Sejumlah organisasi yang dipimpin kaum muda telah  berkembang di Port Moresby.

Terus membangun diatas momentum ini adalah langkah yang sangat penting untuk memanfaatkan secara optimal peluang yang dibawa oleh youth bulge negara itu.

Kelimpahan kaum muda jadi potensi

Konsensus umumnya adalah youth bulge merupakan prasyarat untuk ketidakstabilan politik.

Jika kaum muda tidak diberikan kesempatan, dan nekat, seringkali berujung pada kerusuhan sipil. Hal ini terbukti dalam demonstrasi mahasiswa yang penuh kekerasan di Universitas PNG melawan Pemerintah O'Neill pada bulan Juni 2016.

Peperangan suku juga mematikan dan destruktif di Pegunungan Tinggi, sangat penting bagi kaum muda untuk diberi kesempatan agar dapat membangun kehidupan yang bermakna dan aman dan tidak menggunakan kekerasan sepanjang hidup mereka.

Youth bulge di PNG tidak bisa diabaikan, namun ini juga tidak boleh dilihat semata-mata sebagai risiko. Kaum muda PNG merupakan peluang pengembangan satu-satunya bagi negara mereka.

Kaum muda PNG masa kini adalah generasi dengan tingkat pendidikan paling komprehensif dalam sejarah PNG dan memiliki semangat dan dedikasi untuk tidak hanya bekerja keras di sektor formal, tetapi juga untuk membangun masyarakat sipil yang kuat dan menghadapi tantangan kompleks negara mereka.

Berinvestasi untuk generasi pemimpin masa depan lebih dari sekedar memberikan beasiswa dan upacara penghargaan. Tetapi menciptakan ruang di meja pengambil keputusan bagi kaum muda untuk turut menentukan masa depan mereka.

Kaum  muda harus memiliki masa depan mereka.(Development Policy Centre, Australian National University)

*Ditulis oleh Alexander 'Sandy' McLachlan, Direktur Program Pasifik di Oaktree, Organisasi pengentasan kemiskinan terbesar di Australia yang dipimpin oleh orang muda dan bertujuan untuk mendukung partisipasi generasi muda  dalam pembangunan.

loading...

Sebelumnya

Samoa melawan penumpukan sampah plastik

Selanjutnya

Menkeu Samoa bela proyek pembangunan penjara $20 Juta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2902x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2608x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1520x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1311x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe