Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Dewan adat Meepago : Kehadiran Brimob jelang Pilkada berlebihan
  • Minggu, 28 Januari 2018 — 17:16
  • 1436x views

Dewan adat Meepago : Kehadiran Brimob jelang Pilkada berlebihan

Ia menilai tak ada potensi munculnya konflik saat Pilkada Deiyai.
Sebuah pamfet kecaman ‘Kapolda Papua segera menarik Brimob dari tanah Deiyai’ oleh masyarakat saat aksi penolakan Brimob di halaman kantor DPRD Deiyai, 21-8-2017 lalu - Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Ketua Dewan Adat Wilayah (DAW) Meepago, Oktovianus Pekei menyatakan pengerahan aparat  Brigade Mobil (Brimob) saat menjelang Pilkada di Kabupaten Deiyai, dinilai suatu yang berlebihan. Ia menilai tak ada potensi munculnya konflik saat Pilkada Deiyai.

“Buktinya pengalaman selama ini tidak ada konflik kekerasan Pilkada. Oleh karena itu kalau Kapolres Paniai menambah pasukan Brimob, maka kebijakan itu sangat keliru,”  ujar Pekei,  Minggu (28/1/2018).

Ia menjelaskan  Pilkada sebelumnya hanya dijaga ketat oleh Pol PP, Hansip, Kamra dan Polisi. Ia Justru pertanyakan, sikap Polres hendak mendatangkan Brimob. “Lagian warga Deiyai masih trauma kasus Deiyai Berdarah yang pelakunya adalah Brimob,” kata Pekei menambahkan.

Ia mengaku sudah mengusir Brimob atas persetujuan Bupati, DPRD dan masyarakat yang diketahui Kapolres sendiri.  Menurut dia, kehadiran pasukan Brimob dalam Pilkada justru memberi kesan Pilkada diselenggarakan dalam kondisi tekanan aparat.

“Biarkan masyarakat dalam situasi bebas memilih pemimpinnya,” katanya.

Kapolres Paniai, AKBP  Supriyagung,  saat dimintai konfirmasi menyatakan kehadiran aparat Brimob menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta terpeliharanya stabilitas Kamtibmas jelang kegiatan puncak pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Deiyai.

“Kami berencana mendatangkan Satuan Brimob di daerah Tigi,” kata Supriyagung,

Supriyagung, mengaku telah menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan tokoh agama pada 17 Januari 2018 lalu di Mapolsek Tigi dalam rangka mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Deiyai.

“Maka kami telah meminta izin dan berkoordinasi dengan para tokoh Masyarakat terkait akan didatangkannya bantuan Brimob itu, lalu mereka terima,” kata Supriyagung, menambahkan.

Kepolisian berusaha mendatangkan Brimob yang lain, yang tak terkait  kasus Deiyai Berdarah 1 Agustus 2017. Mereka juga akan dibekali dengan pengetahuan  tentang karateristik wilayah yang menjadi tempat tugasnya nanti. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Enceng gondok merusak ekosistem danau Paniai

Selanjutnya

Dogiyai bakal bongkar kios ilegal di area publik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe