Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Walhi minta pemanfaatan sumber air hotel dievaluasi
  • Minggu, 28 Januari 2018 — 19:00
  • 708x views

Walhi minta pemanfaatan sumber air hotel dievaluasi

Jika air tanah dalam terus menerus disedot lama kelamaan juga akan memicu air tanah dangkal meresap turun ke lapisan sumber air tanah dalam
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta segera mengevaluasi pemanfaatan sumber air seluruh perhotelan di daerah itu.

Direktur Walhi DIY, Halik Sandera mengungkapkan, meski sudah ada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 3 tahun 2014 yang mewajibkan seluruh perhotelan menggunakan air PDAM, namun belum menjamin seluruh perhotelan menaatinya.

Ia memperkirakan masih banyak perhotelan di Kota Yogyakarta yang menyedot sumber air tanah dangkal maupun air tanah dalam untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

"Padahal kalau untuk usaha berskala besar seperti perhotelan dan apartemen tidak boleh menggunakan air tanah dangkal. Penggunaan sumber air tanah dalam juga bakal mempengaruhi sumber air tanah dangkal," kata dia.

Debit air tanah dangkal sebagai sumber air utama masyarakat bisa terus menerus bisa berkurang, akibat kebutuhan air perhotelan yang menggunakan sumber air tanah dangkal (permukaan). Di sisi lain, gencarnya penggalian sumber air tanah dalam, juga dapat memicu berkurangnya air tanah dangkal.

"Jika air tanah dalam terus menerus disedot lama kelamaan juga akan memicu air tanah dangkal meresap turun ke lapisan sumber air tanah dalam," kata dia.

Selain mengevaluasi pola pemanfaatan sumber air oleh perhotelan, menurutnya Pemkot Yogyakarta perlu terus memperpanjang moratorium pembangunan usaha berskala besar seperti perhotelan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro mengakui hingga saat ini masih banyak hotel di Yogyakarta yang menggunakan air tanah dalam untuk kebutuhan operasional. Alasannya, pasokan air dari PDAM belum mampu mencukupi kebutuhan.

"Kalau dengan PDAM saja enggak cukup, sehingga terkadang ada yang mengoplos sekaligus menggunakan air tanah dalam,"(*)
 


 


 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Bupati Nabire minta OPD dan bendahara pererat kerja sama

Selanjutnya

Polisi selidiki pelecehan seksual di National Hospital

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe