Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Gerindra Papua ancam beri sanksi kader yang berkhianat
  • Minggu, 28 Januari 2018 — 19:30
  • 909x views

Gerindra Papua ancam beri sanksi kader yang berkhianat

"Kalau ada begitu dan berani terang-terangan mengatakan beda dukungan, dia dukung kandidat lain, pasti kena sanksi partai. Kami Gerindra komandonya jelas," kata Yanni menjawab pertanyaan Jubi, Minggu (28/01/2018).
KPU Papua ketika melakukan verifikasi faktual di Kantor DPD Gerindra Papua di Padang Bulan, Kota Jayapura, Minggu (28/01/2018) - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni, menyatakan akan menjatuhkan sanksi kepada kader partai yang berkhianat dalam pemilihan gubernur-wakil gubernur Papua tahun ini.

Ia mengatakan, jika ada kader partai mendukung bakal pasangan calon gubernur-wakil gubernur Papua yang tidak sesuai perintah partai, akan dikenakan sanksi.

"Kalau ada begitu dan berani terang-terangan mengatakan beda dukungan, dia dukung kandidat lain, pasti kena sanksi partai. Kami Gerindra komandonya jelas," kata Yanni menjawab pertanyaan Jubi, Minggu (28/01/2018).

Menurutnya, dalam pemilihan gubernur Papua, Gerindra tidak abu-abu. Dukungan Gerindra kepada bakal pasangan calon Jhon Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JWW-HMS) sudah final. Itu merupakan instruksi kepada semua kader.

"Tapi saya belum dengar kalau ada yang lain. Saya baru tahu sekarang. Kalau memang ada siapa? Saya baru mau cari tahu. Tidak bisa satu kaki di satu perahu," ujarnya.

Salah satu pendiri Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) organisasi sayap Partai Gerindra di Papua, Ricard Kbarek, kepada Jubi belum lama ini mengatakan, pengurus DPD dan DPP Gerindra Papua jangan menyalahkan kader jika tak sejalan dengan partai, dalam mendukung pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Papua periode 2018-2023.

Hal itu dikarenakan kader Gerindra mempertanyakan dukungan partai kepada pasangan calon dalam pelaksanaan pilgub Papua. Secara administrasi, tim bakal pasangan calon gubernur-wakil gubernur tertentu sudah menyatakan dalam deklarasi kalau Gerindra mendukung mereka.

"Namun hingga kini belum ada pengumuman secara resmi dari DPP maupun DPD kepada publik," kata Richard, ketika itu.

Katanya, jika ada kader yang tidak mengikuti instruksi partai akan dipecat, mereka siap mengambil sikap dan menanggung konsekuensinya. Namun mereka bukan pengkhianat partai. Ini disebabkan ketidakterbukaan pengurus DPD dan DPP.

"Selain itu, teman-teman ini punya pandangan logis terhadap kepentingan Gerindra di Papua, 2019. Jangan salahkan mereka kalau mereka punya pandangan lain untuk memberikan dukungan pasangan bakal calon tertentu secara individu, tidak atas nama partai," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU Papua mulai verifikasi faktual parpol

Selanjutnya

Posisi Waket III DPRP tunggu keputusan DPP Gerindra

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2902x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2608x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1520x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1311x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe