Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Diduga tak netral, SPDJ akan demo KPU Provinsi
  • Minggu, 28 Januari 2018 — 20:23
  • 711x views

Diduga tak netral, SPDJ akan demo KPU Provinsi

"Kami menilai KPU dan Panwas Jayawijaya tidak netral sebagai penyelenggara pilkada karena ada dugaan upaya untuk memenangkan salah satu calon kandidat di Jayawijaya," kata Ketua Solidaritas Peduli Demokrasi Jayawijaya di Jayapura, Anias Lengka kepada Jubi, Minggu (28/01/2018).
Aksi demontrasi Solidaritas Peduli Demokrasi Jayawijaya di kantor KPU Provinsi Papua, Jayapura . - Jubi/ Dok. SPDJ
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Edho Sinaga

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Solidaritas Peduli Demokrasi Jayawijaya (SPDJ) di Jayapura, akan menggelar aksi demonstrasi damai di kantor KPU dan Bawaslu Provinsi Papua, untuk mendesak agar mengganti komisioner di KPU dan Panwas Jayawijaya, Senin (29/01/2018).

Aksi demonstrasi ini dilakukan, karena kuat dugaan penyelenggara dan pengawas pemilu di Jayawijaya tidak independen dan diduga pula berpihak pada satu diantara calon kandidat di daerah itu.


"Kami menilai KPU dan Panwas Jayawijaya tidak netral sebagai penyelenggara pilkada karena ada dugaan upaya untuk memenangkan salah satu calon kandidat di Jayawijaya," kata Ketua Solidaritas Peduli Demokrasi Jayawijaya di Jayapura, Anias Lengka kepada Jubi, Minggu (28/01/2018).

Meskipun sudah dilakukan audiensi dengan Kapolresta terkait aksi demo itu, namun SPDJ bersikeras untuk melakukan aksi besok.

"Audiensi itu dampaknya akan kecil dan hasilnya tidak diketahui oleh masyarakat umum. Kalau ingin audiensi seharusnya menghadirkan KPU dan Panwas Jayawijaya, calon kandidat, tim pansus dari DPRP dan DPRD Jayawijaya, untuk duduk bersama membahas hal ini dan tidak bisa hanya diwakili apalagi sepihak," lanjut Anias.

Anias menjelaskan, aksi damai ini bertujuan agar  KPU dan Bawaslu Provinsi Papua, segera mengambil alih tugas KPU dan Panwas Jayawijaya.

"Kami melihat KPU dan Panwas seakan menjadi tim sukses salah satu bakal calon di Jayawijaya. Bila KPU provinsi masih bersikeras tidak mengganti, upaya kami akan melakukan boikot Pilkada Jayawijaya dan minta diundur tahun 2019 bersamaan dengan Pilpres," ujarnya.

Aksi ini juga didukung oleh aktivis mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih Lazarus Entama. Ia menyebut akan membuat tuntutan agar DPRD Jayawijaya membentuk pansus.

Ini diperlukan, agar aspirasi mereka dapat ditindaklanjuti sehingga tidak terjadi konflik horisontal di masyarakat, karena ditengarai ada kepentingan elite politik yang bermain di KPU, Panwas, oleh partai yang memberikan rekomendasi kepada dua bakal pasangan calon.

"Untuk aksi besok kami minta Kapolresta dalam hal ini pihak keamanan dapat mengawal aksi kami dan menjaga keamanan bersama, meskipun surat izin belum dikeluarkan pihak Polresta," tutupnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Posisi Waket III DPRP tunggu keputusan DPP Gerindra

Selanjutnya

Kalau DPRP bersikeras, ini yang akan dilakukan KPU Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 2731x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2555x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2382x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe