Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. FPKN: Pangdam dan Kapolda Papua harus usut tuntas kasus Nduga
  • Senin, 29 Januari 2018 — 13:37
  • 1012x views

FPKN: Pangdam dan Kapolda Papua harus usut tuntas kasus Nduga

"Pangdam dan Kapolda Papua jangan menutup mata terhadap kasus yang terjadi di Nduga beberapa waktu lalu, karena kasus tersebut sudah merupakan pelanggaran HAM berat,” kata Ketua FPKN, Otomi Gwijangge kepada Jubi, Senin (29/02/2018) di Jayapura.
Ketua FPKN, Otomi Gwijangge saat menunjukan bukti penyiksaan yang berakibat kematian yang dilakukan oleh aparat keamanan di Kabupaten Nduga - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edho Sinaga

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Forum Peduli Kemanusiaan Nduga (FPKN) meminta Pangdam XVII/Cendrawasih dan Kapolda Papua untuk serius menangani kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Nduga pada akhir Desember 2017 dan Januari 2018 lalu.

"Pangdam dan Kapolda Papua jangan menutup mata terhadap kasus yang terjadi di Nduga beberapa waktu lalu, karena kasus tersebut sudah merupakan pelanggaran HAM berat,” kata Ketua FPKN, Otomi Gwijangge kepada Jubi, Senin (29/02/2018) di Jayapura.

Otomi Gwijangge menjelaskan, ada tiga kasus besar yang terjadi di Kabupaten Nduga. Pertama terjadi penembakan yang dilakukan TPN/OPM terhadap salah satu anggota TNI di Distrik Mugi Kabupaten Nduga, pada 12 Desember 2017.

Kasus kedua pada 1 Desember 2018, dimana telah terjadi kasus pembunuhan terhadap warga sipil atas nama Nakianus Kemaringi oleh anggota TNI Pos Maleo di Distrik Kenyamanan dan kasus ketiga adalah penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Batalyon 756 dan anggota Kodim 1702 Jayawijaya terhadap warga sipil.

"Ketiga kasus ini merupakan rentetan setelah penembakan terhadap salah satu anggota TNI yang melakukan pengamanan di jalan Trans Wamena-Mumugu. Setelah kasus penembakan tersebut aparat keamanan melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan namun lagi-lagi masyarakat yang tidak tahu menahu menjadi korban dari aparat keamanan," ujarnya.

Seharusnya pihak keamanan tidak melakukan kekerasan kepada masyarakat sipil, apalagi semboyan dari aparat keamanan adalah sebagai pengayom.

"Ini malah terbalik, masyarakat yang tidak tahu menahu menjadi sasaran brutal aparat keamanan," tegas Otomi.

Sebelumnya, sejumlah tokoh agama, masyarakat dan pemuda meminta agar insiden penembakan tersebut tidak mengorbankan masyarakat sipil setempat.

"Yang jelas kami dari Koalisi HAM Pegunungan Tengah jelas berpihak kepada masyarakat sipil yang mengalami dampak dari peristiwa tersebut," kata Ketua Advokasi Hukum dan HAM Pegunungan Tengah Papua, Theo Hesegem belum lama ini di Wamena.

Tindakan aparat gabungan TNI/POLRI dan TPN-OPM berdampak merugikan banyak orang, kata Theo. Terlebih jika terjadi penyisiran terhadap masyarakat, kemudian masyarakat yang sebenarnya tidak tahu masalah bisa mengalami kesulitan dengan kondisi yang trauma.

"Saya pikir kalau antara OPM dan TNI POLRI mau saling berhadapan, itu hak mereka dengan menyediakan tempat dan silakan saja. Kami hanya mengingatkan bahwa setiap orang itu mempunyai hak hidup yang sama," jelasnya.

Tak habis disitu, kalangan legislatif juga angkat bicara. Anggota Komisi I DPR Papua bidang hukum dan HAM, Lauremzus Kadepa mengatakan, kasus meninggalnya Anekanus Kemaringi yang diduga dianiaya oknum TNI merupakan noda Papua di awal tahun. Ia khawatir, kasus ini akan menjadi awal kelam Papua di tahun ini, yang  tidak menutup kemungkinan, akan banyak lagi masyarakat sipil di Papua terus menerus menjadi korban.

"Saya khawatir tahun ini banyak kejadian, apalagi ini tahun politik. Awal tahun sudah seperti ini. Saya minta masyarakat Papua waspada. Dan kepada semua institusi negara, berharap dapat mengendalikan diri," kata Kadepa. (*)

loading...

Sebelumnya

Parpol lokal Papua kandas di Jakarta

Selanjutnya

Legislator Papua: Merauke lumbung pangan, Asmat gizi buruk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 2726x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2555x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2382x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe