Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Anggaran KPU Papua paling besar dihabiskan penyelenggara
  • Senin, 29 Januari 2018 — 23:44
  • 598x views

Anggaran KPU Papua paling besar dihabiskan penyelenggara

“Biaya penyelenggara paling banyak, hampir Rp 300 miliar. Ini untuk Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS),” kata Adam, Senin (29/01/2018).
Ilustrasi Kantor KPU Papua – Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua KPU Papua, Adam Arisoi mengatakan, dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua  senilai Rp800 miliar yang dikelola pihaknya untuk pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub), paling besar diperuntukkan kepada penyelenggara tingkat bawah.

“Biaya penyelenggara paling banyak, hampir Rp 300 miliar. Ini untuk Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS),” kata Adam, Senin (29/01/2018).

Menurutnya, pihaknya kini sedang merevisi anggaran pilgub Papua, yang disesuaikan dengan kebutuhan. Jika nantinya anggaran Rp 800 miliar yang diberikan kepada KPU masih kurang, pihaknya akan menyampaikan hal itu kepada DPR Papua, sesuai keputusan ketika bertemu pihak pemerintah lalu.

“Kalau kami revisi dan kurang, KPU berhak minta dana. Tapi kami minta standar saja. Nanti kalau tidak habis dibilang KPU rancangan anggarannya kurang jelas. Makanya kami juga hati-hati,” ujarnya.

Katanya, ketika dipastikan hanya dua bakal pasangan calon gubernur-wakil gubernur Papua yang mendaftar, anggaran yang awalnya diperkirakan untuk lima bakal pasangan calon direvisi, demi membantu menaikkan dana alat peraga kampanye (APK), yang dulunya hanya 15 persen dari total anggaran, karena tidak akan cukup untuk keliling 28 kabupaten dan satu kota di Papua.

“Beda regulasi pada 2013, karena dulu APK ditanggung kandidat. Sekarang semua ditanggung KPU. Khusus poster dan visi misi kadidat, itu harus sampai kepada masyarakat. Bukan dihambur begitu saja, masyarakat harus membaca dan melihat visi-misi calon,” katanya.

Ketua panitia khusus (Pansus) Pilgub DPR Papua, Thomas Sondegau mengatakan, pihaknya berencana mengundang KPU Papua. DPR Papua akan mempertanyakan penggunaan dana hibah kepada lembaga itu.

“Lima tahun lalu, dana hanya berkisar Rp 350 miliar, dan ada lima pasangan calon, dua independen dan tiga dari parpol, tapi itu mencukupi. Kami akan panggil KPU Papua mempresentasikan dana ini,” kata Thomas. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator Papua sebut cukup Suku Yerisiam kehilangan hutan sagu

Selanjutnya

SPDJ ingatkan parpol berhati-hati merekomendasikan calon

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6653x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3304x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2713x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2364x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe