Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Polemik pasar mama mama memprihatinkan
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 06:49
  • 566x views

Polemik pasar mama mama memprihatinkan

Upaya proses perpindahan dari pasar lama ke pasar yang baru masih tarik ulur antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat.
Mama mama Papua ketika sedang melayani pembeli di pasar mama-mama Papua yang lama - (Jubi/Hengky Yeimo)
Hengky Yeimo
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Belum adanya kejelasan kepindahan pedagang asli Papua ke pasar mama- mama  yang telah dibangun, membuat solidaritas pedagang asli papua (Solpap) prihatin. Upaya proses perpindahan dari pasar lama ke pasar yang baru masih tarik ulur antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat.

“Hal ini menjadi keprihatinan kami sebabagi Solidaritas pedagan asli papua,” kata Ketua Soidaritas Pedagang Asli Papua, Frengky Warer, Senin (29/1/2018).

Keprihatinan itu sudah ia sampaikan  kepada pemerintah Kota Jayapura agar memperjelas proses perpindahan mama-mama Papua dari pasar lama ke pasar baru.

“Kami meminta agar secepatnya pemerintah kota membuat tim khusus untuk berangkat ke Jakarta agar mendapatkan kepastian dari kementerian untuk pengalihan mama- mama pedangang asli Papua ke pasar yang baru,” kata Frengky, menjelaskan.

Ia juga mempertanyakan alasan kepindahan harus diimbangi dengan pembekalan pelatihan bagi mama-mama pedagang asli Papua.  Menurut dia pemerintah akan membekali keahlian mama mama pedagang, namun Solpap belum tahu model pelatihan apa yang hendak diberikan oleh pemerintah  Kota Jayapura.

Organisasinya telah menawarkan pelatihan kebersihan yang selama ini sering menjadi masalah kebersihan di pasar, namun tak direspon dan justru menudng mengatasnamakan mama-mama untuk kepentingan tertentu.

“Kami tawarkan kepada mereka untuk pelatihan kesehatan bekerja sama lembaga lain lengkap dnegan data,” katanya.

Hermina Wangai, mama-mama pemiik kios  di pasar lama, minta fasilitas lengkap sebelum masuk ke pasar baru. “Ada beberapa bangunan yang belum dibangun hingga saat ini,” kata Hermina.

Menurut Hermina, ia bersama para perempuan mengelola kios warung makan yang memerlukan fasilitas pendukung seperti  tempat mencuci sayur. “Karena kebiasaan mama mama biasa mencuci sayur sayur kemudian menjualnya,” katanya.  (*)

 

 

loading...

Sebelumnya

Aksi damai, SPDJ kecewa tak bertemu Ketua KPU Provinsi Papua

Selanjutnya

Walikota Jayapura ajak masyarakat berpartisipasi Pilgub 2018

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2941x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2624x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1531x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1323x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe