Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Sampah plastik menjadi isu kampanye satu pulau satu suara
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 10:41
  • 497x views

Sampah plastik menjadi isu kampanye satu pulau satu suara

Aksi kampanye dilakukan dengan menggelar bersih-bersih pulau di Bali pada tanggal 24 Februari 2018 mendatang.
Tumpukan sampah di samping gedung E Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Jubi/dok
Edi Faisol
redaksi@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Denpasar, Jubi- Keberadaan sampah plastik menjadi isu kampanye satu pulau satu suara atau one Island One Voice. Aksi kampanye dilakukan dengan menggelar bersih-bersih pulau di Bali pada tanggal 24 Februari 2018 mendatang.

“Sejak tahun 2015 kampanye ini terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik dalam mengatasi masalah sampah. Aksi bersih bersih pulau ini bentuk tindakan nyata dan kerja sama setiap lapisan masyarakat,” kata Co-Founder of Bye Bye Plastic Bags & Satu Pulau Satu Suara, Melati Wijsen, dalam siaran persnya  yang diterima Jubi, Selasa (30/1/2018).

Kampanye Satu Pulau Satu Suara tak hanya melihat peran pemerintah yang telah berkomitmen mengatasi permasalahan sampah plastik, namun perlu kebijakan konkrit yang mampu mengubah perilaku penggunaan plastik.

“Sampah plastik  yang masuk ke laut Indonesia sudah sangat besar. Setelah Tiongkok, Indonesia menempati urutan kedua terkait sampah yang masuk ke laut (marine debris),” kata Melati, menambahkan.

Ia menyebutkan  Indonesia menjadi negara penyumbang sampah di laut dengan perkiraan 1.29 juta metrik ton sampah per tahun. Sedangkan tahun ini aksi bersih-bersih pulau tidak hanya dilakukan di Bali namun mengajak seluruh masyarakat melakukan hal yang sama di pulau mereka masing-masing.

Aksi bersih bersih pulau di Bali akan lebih banyak mengajak masyarakat Bali menggelar aksi nyata yang bukan sekedar saling melempar tanggung jawab.

“Saatnya seluruh pihak berbagi tanggung jawab atas permasalahan sampah sehingga kita bisa stop pencemaran sampah plastik” kata Melati menjelaskan.

Aktivis lingkungan, Suzy Hutomo, mengatakan permasalahan sampah menjadi momok pulau Bali dan sejumlah pulau lain di Indonesia. “Setiap musim penghujan pulau – pulau di Indonesia panen sampah plastik. Dampak sampah laut terhadap lamun dan biota dapat mengubah menyebabkan kerusakan habitat secara fisik,” kata Suzy.

Ia menyebutkan salah satu kondisi musiman ini dirasakan langsung oleh masyarakat Bali yang selalu mendapat kiriman sampah laut yang menumpuk hingga di pinggiran pantai. “Padahal, pantai merupakan salah satu aset utama pulau Bali yang mengandalkan sektor pariwisata,” katanya.

Hal  itu dinilai bertentangan dengan prinsip sustainable tourism yang mengedepankan  merawat sumber daya alam, khususnya pantai, sebagai kunci untuk menarik minat wisatawan ke Bali.(*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Jayapura ajak generasi muda jaga dan cintai lingkungan

Selanjutnya

Indonesia penyumbang sampah laut terbesar ke dua di dunia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 2748x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2556x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2383x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe