Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Sasaran vandalisme, penjagaan pura Hindu di Fiji diperketat
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 10:24
  • 806x views

Sasaran vandalisme, penjagaan pura Hindu di Fiji diperketat

Tindakan vandal tersebut termasuk grafiti yang menghasut untuk menimbulkan kebencian rasial, cat dituangkan ke patung dewa serta pencurian kotak-kotak sumbangan.
Pura Sri Siva Subramaniya Swami di Nadi - RNZI/Mark Heard
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Suva, Jubi - Organisasi Hindu terbesar di Fiji, Shree Sanatan Dharam Pratinidhi Sabha, mengatakan penjagaan telah ditingkatkan di pura-pura Hindu menyusul empat serangan yang terjadi bulan lalu.

Pura Tirath Dham di Nadi menajdi korban vandalisme tepat sebelum hari Natal dan beberapa serangan lainnya telah dilakukan terhadap pura-pura di Suva, yang terakhir terjadi minggu lalu.

Tindakan vandal tersebut termasuk grafiti yang menghasut untuk menimbulkan kebencian rasial, cat dituangkan ke patung dewa serta pencurian kotak-kotak sumbangan.

Sekretaris jenderal organisasi tersebut, Virendra Lal mengatakan dua orang telah dipanggil untuk diinterogasi dan lalu dibebaskan, namun belum ada orang yang didakwa.

Lal menjelaskan mereka sedang berupaya untuk menghentikan serangan-serangan ini.

“Kami telah mempekerjakan penjaga keamanan penuh waktu, kami juga sudah  memasang kamera keamanan di beberapa tempat dan meminta mereka memasang terali untuk menghentikan pencuri.  

“Kami juga memohon kepada kepolisian untuk mengambil tindakan dan menangkap pelaku sesegera mungkin dan memberikan sanksi hukuman yang lebih keras.”

Lal menuturkan bahwa umat Hindu tetap melakukan sembahyang dan ritual normal mereka di pura masing-masing sambil menegaskan bahwa kejadian-kejadian ini telah mempersatukan dan menguatkan umat Hindu di negara itu.

“Fiji adalah negara sekuler dan setiap orang berhak untuk beribadah dengan cara apapun yang mereka inginkan dan tidak ada orang yang berhak untuk menghentikan siapapun dari beribadah atau melakukan hal-hal seperti ini,” tegasnya.

Lal mengaku tidak tahu apakah serangan tersebut dilakukan oleh satu kelompok atau beberapa oknum yang berbeda.

Pemimpin-pemimpin pura yang dijalankan oleh organisasinya telah diperingatkan untuk tetap waspada.

Dia mengatakan serangan semacam ini telah terjadi sebelumnya di Fiji.

Serentetan serangan terhadap pura dan tempat ibadah lainnya terjadi beberapa tahun menyusul kudeta tahun 2000 yang menimbulkan kehawatiran dari kelompok-kelompok  agama dan pihak lainnya.

Kepolisian Fiji  melaporkan 149 serangan kepada tempat-tempat ibadah antara tahun 2001 dan April 2005.(RNZI)

loading...

Sebelumnya

Menkeu Samoa bela proyek pembangunan penjara $20 Juta

Selanjutnya

PNG jadi tuan rumah KTT MSG di bulan Februari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32882x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8927x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6437x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5760x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe