Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Kerugian pencemaran plastik Indonesia mencapai USD 2,91 miliar
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 11:04
  • 1283x views

Kerugian pencemaran plastik Indonesia mencapai USD 2,91 miliar

Polusi plastik laut tidak hanya disayangkan untuk kehidupan laut, tapi juga mengurangi pendapatan di beberapa sektor ekonomi utama seperti pariwisata dan perikanan.
Tumpukan sampah di samping gedung E Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Jubi/Dok
Edi Faisol
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Denpasar, Jubi- Kerugian pencemaran plastik Indonesia secara ekonomi mencapai USD 2,91 miliar per tahun.  Polusi plastik laut tidak hanya disayangkan untuk kehidupan laut, tapi juga mengurangi pendapatan di beberapa sektor ekonomi utama seperti pariwisata dan perikanan.

Dalam penelitian kami baru-baru ini kami menemukan bahwa penggunaan dan pencemaran oleh kantong plastik saja merugikan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 2,91 miliar setiap tahun,” kata perwakilan Making Ocean's Plastic Free, Roger Spranz, dalam siaran persnya, Selasa (30/1/2018).

Roger menyatakan sedang berjuang mengurangi polusi plastik yang diharapkan tak hanya baik untuk lingkungan, tapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Upaya mengurangi dilakukan dengan kampanye satu pulau satu suara  atau one Island One Voice. Aksi kampanye dilakukan dengan menggelar bersih bersih pulau di Bali pada tanggal 24 Februari 2018 mendatang.

“Kampanye Satu Pulau Satu Suara tak hanya melihat peran pemerintah yang telah berkomitmen mengatasi permasalahan sampah plastik, namun perlu adanya kebijakan konkrit yang mampu mengubah perilaku penggunaan plastik,” kata Roger menjelaskan.

Tercatat sampah plastik  yang masuk ke laut sudah sangat besar, sedangkan Indonesia menempati urutan kedua setelah Tiongkok yang  menyumbang sampah ke laut mencapai 1.29 juta metrik ton sampah per tahun.

Founder Eco Bali, Paola Cannucciari, mengatakan perlu pendekatan yang lebih sistematis mengatur pemisahan sampah pada setiap rumah tangga dan industri. “Pengumpulan yang tepat, daur ulang tetapi juga pencegahan sampah yang dilaksanakan secara besar-besaran,” kata Paola.

Menurut dia, tanggung jawab individu dan kolektif  menjadi kunci mengurangi sampah plastik yang merusak lingkungan dan lautan. (*)

loading...

Sebelumnya

Indonesia penyumbang sampah laut terbesar ke dua di dunia

Selanjutnya

Ketika sampah dibuang di kali

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4863x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4285x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4147x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3484x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2932x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe