Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Lokasi pembangunan gereja GIDI diklaim milik investor
  • Selasa, 30 Januari 2018 — 22:39
  • 890x views

Lokasi pembangunan gereja GIDI diklaim milik investor

“Tanah ini dihibahkan pemilik ulayat kepada kami. Namun PT Alam Indah melapor ke Polda Papua, dan turun ke lapangan mengukur lokasi bersama Badan Pertahanan Nasional Kota Jayapura, Selasa (30/01/2018),” kata Yarius, Selasa (30/01/2018).
Pembangunan gereja GIDI yang diklaim PT Alam Indah berada di lokasinya – Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Salah satu kader Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di Papua, Yarius Balingga mengatakan, lokasi pembangunan gereja GIDI di jalan alternatif, Distrik Jayapuara Selatan, Kota Jayapura diklaim salah satu investor berada dalam area mereka.

Yarius yang juga ketua pembangunan gereja itu mengatakan, meski lokasi pembangunan gereja itu diklaim milik PT Alam Indah, namun pihaknya tidak gentar, karena memiliki berbagai bukti.

“Tanah ini dihibahkan pemilik ulayat kepada kami. Namun PT Alam Indah melapor ke Polda Papua, dan turun ke lapangan mengukur lokasi bersama Badan Pertahanan Nasional Kota Jayapura, Selasa (30/01/2018),” kata Yarius, Selasa (30/01/2018).

Menurutnya, beberapa waktu lalu, pemilik ulayat Soni Hamadi yang merupakan ahli waris dari Alex Hamadi memanfaatkan lahan tersebut. PT Alam Indah kemudian melaporkan Soni dengan tuduhan menyerobot tanah.

“Namun di pengadilan Soni menang, dan dinyatakan pemilik sah. PT Alam Indah tidak terima, kemudian mengajukan gugatan secara perdata. Kini prosesnya masih berjalan,” ujarnya.  

Katanya, jika memang PT Alam Indah memiliki sertifikat atas tanah seluas kurang lebih 5,5 hektare itu, mengapa harus kembali mengukur luas lokasi. Mestinya hal itu tidak perlu lagi, karena sudah tercantum dalam sertifikat.

“Pengadilan berencana akan turun ke lokasi mengecek patok batas. Mungkin karena itu, sehingga mereka minta pertanahan turun dengan dikawal personel Polda Papua,” katanya.

Kata Yarius, pihaknya juga mengecek ke Dinas Pendapatan Daerah (Diaspenda), namun PT Alam Indah ini tidak pernah membayar pajak atas tanah tersebut, dan tidak terdafar di Dispenda.

“Kami pihak gereja ini hanya dihibahkan, ini urusan pihak ulayat dan PT Alam Indah, kami mengikuti saja separti apa. Siapa menang yang nantinya dinyatakan pemilik sah, kami hormati,” ucapnya.

Kuasa hukum PT Alam Indah, Masudin Sihombing mengatakan, tanah itu sudah bersertifikat sejak 2001. Jika tak ada pihak lain masuk ke area tanah milik kliennya, tidak akan ada masalah.

“Lokasi ini direncanakan akan dijadikan kawasan perumahan, sehingga sertifikatnya dipecah, karena harus berbadan hukum sipil atas nama PT Alam Indah. Sertifikat diubah dari hak milik menjadi hak guna bangunan pada 2012 dengan luas 5,5 hektare,” kata Sihombing.

Menurut dia, kliennya yang merupakan pemegang sertifikat sah, tidak pernah menjual tanah itu kepada siapa pun.

Perwakilan Badan Pertanahan Nasional Kota Jayapura, Renardy Tambunan mengatakan hal yang sama.

“Memang sudah bersertifikat sejak 2001. Kini masalahnya ada bangunan gereja di atas tanah ini. Kami melakukan pengukuran batas sesuai permintaan pemilik. Kami memastikan, apakah lokasi tanah luasnya sama dengan di sertifikat,” ucap Renardy. (*)

loading...

Sebelumnya

Tiga Parpol di Papua dinyatakan belum memenuhi syarat

Selanjutnya

Kata legislator, jenderal TNI-Polri Pjs Gubernur Papua, itu biasa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4767x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2783x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2684x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe