Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Siti Nur Fadilah, bocah penjual ikan dan udang
  • Rabu, 31 Januari 2018 — 15:17
  • 921x views

Siti Nur Fadilah, bocah penjual ikan dan udang

Rutinitas berjualan di pasar, itu atas inisiatif sendiri membantu ayahnya.
Nur Fadilah sedang menunjuk udang yang dipegangnya ketika seorang pembeli mendatanginya – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Diantara puluhan pedagang di Pasar Mopah-Merauke yang berjualan ikan, sayur-sayuran maupun sejumlah kebutuhan pokok lain, tampak seorang anak dengan masih berseragam sekolah (merah-putih), tak henti-hentinya ‘merayu’ setiap pembeli agar mendekat ke tempat jualannya.

“Ikan mujair dan udang segar, harganya murah meriah.  Stoknya terbatas. Jangan sampai kelewatan,” teriak Siti Nur Fadilah (11) disela hilir mudik pembeli, di tengah ramainya pasar sore, Senin (30/1/2018).

Mendengar teriakan murid Kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Merauke itu, sejumlah pembeli-pun mendekati tempatnya sambil menanyakan harga ikan mujair maupun udang.

Dengan cepat, Siti Nur Fadilah melayani penuh ramah, sambil menunjuk dan menjelaskan harga  ikan mujair  empat ekor Rp 40.000 dan udang besar satu kumpul Rp 80.000/kg.

Kantong plastik hitam di sampingnya, diraih dengan cekatan mengisi udang maupun ikan yang dibeli, lantaran beberapa pembeli antri menunggu.

Meski kesibukannya melayani orang, Siti Nur Fadilah masih sempat meluangkan waktu berceritera aktivitas kesehariannya setelah pulang dari sekolah.

“Sejak kelas IV SD, saya sudah membantu bapa dan mama  berjualan di pasar. Kurang lebih setahun, saya mendorong gerobak sambil berjualan bawang merah dan putih di Pasar Mopah,” tutur Nur Fadilah.

Hanya saja, kata dia, dalam tiga tahun terakhir, ia memilih  bersama ayahnya menjual ikan dan udang. “Kalau jual bawang, orang jarang beli. Sehingga saya lebih tertarik jual ikan serta udang, karena lebih laku dan banyak pembeli,” ungkapnya.

Nur Fadilah menjual ikan dilakukan setelah pulang sekolah. “Biasanya saya pulang sekolah jam 12.00 Wit. Kalau ada bimbingan belajar (bimbel), nanti pulangnya jam 15.00,” katanya.

Setelah pulang, ia tidak langsung ke pasar membantu bapaknya berjualan. Tetapi  ke rumah dan memasak serta membersihkan rumah terlebih dahulu.

“Kebetulan mama saya sedang pulang ke Makassar karena nenek sakit. Sehingga saya mengambilalih pekerjaan mama untuk sementara waktu. Setelah itu lanjut ke pasar, karena biasanya sekitar pukul 17.00 sampai 20.00, baru banyak pembeli datang berbelanja,” ungkapnya.

Rutinitas berjualan di pasar, itu atas inisiatif sendiri membantu ayahnya. Lagi pula, tak mengganggu kegiatan sekolah juga. Kalaupun ada pekerjaan  dari sekolah, diselesaikan terlebih dahulu.

“Saya merasa senang karena bisa membantu bapa berjualan. Siapapun yang datang membeli ikan, saya layani dengan baik dan ramah,” tuturnya.

Ayah dari Nur Fadilah,  Idris mengaku, kurang lebih empat tahun, anaknya membantu jualan di pasar. “Itu kemauan sendiri dari anak saya membantu jual ikan dan udang. Tentunya saya tidak bisa melarang. Meski demikian, saya selalu mengingatkan agar menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolah terlebih dahulu,” katanya.

Setelah pulang berjualan beberapa jam, lanjut Idris, anaknya masih menyempatkan waktu memasak. “Dia juga sudah pintar sekali memasak. Setelah itu belajar dan tidur,” ungkap dia.

Selama ini, jelas dia, anaknya rajin ke sekolah. Kalau sakit, baru tinggal di rumah. “Betul, mamanya sedang ke kampung, karena orangtua  sakit, sehingga harus mengurus juga dua adiknya yang masih kecil,” katanya.

Anak yang rajin

Wali Kelas VI A SDN 2 Merauke, Theresia Rahayu mengaku, dirinya mengetahui Siti Fadilah setelah pulang sekolah, sore hari membantu ortunya berjualan di pasar dari koleganya.

“Selama ini saya jarang ke pasar berbelanja dan melihat aktivitas Siti Fadilah. Tetapi beberapa rekan guru yang berserita, saya merespon dengan positif,” katanya.

Beberapa waktu lalu, menurut Theresia, Nur Fadilah sempat diejek sesama temannya kalau berjualan di pasar.

“Begitu mengetahui Nur Fadilah diejek, saya langsung mengumpulkan semua murid Kelas VI dan menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya sangat baik dan harus dicontoh,” katanya.

Dari situ, semua anak di sekolah tak lagi mengejeknya. Sehingga sampai sekarang, aktivitas berjualan di pasar membantu ortunya, tetap berjalan sebagaimana biasa.

Diakui jika Nur Fadilah termasuk anak rajin ke sekolah dan tak pernah absen. Kalau dari prestasi, biasa saja, tetapi setiap pekerjaan rumah dari sekolah, selalu diselesaikan dengan baik.

“Saya salut dan bangga dengan Nur Fadilah. Karena dia tak pernah merasa malu berjualan bersama orangtua. Tentunya sebagai wali kelas, saya memberikan apresiasi kepada anak tersebut,” ungkapnya.

Karena Nur Fadilah sudah Kelas VI, ada bimbingan belajar  dilakukan  tiga kali seminggu. Itu untuk persiapan menjelang ujian nasional nanti.

Untuk tiga hari itu, katanya, kegiatan jam belajar mengajar dari pagi sampai sore  pukul 15.00. “Biasanya saya menyampaikan kepada anak-anak agar membawa makanan dari rumah. Kalau tidak, kantin juga menyiapkan. Tinggal saja, membawa uang dan  membeli di sekolah,” pintanya.

“Ya, apa yang saya sampaikan itu, juga kepada Nur Fadilah. Kalau saya lihat dia, lebih sering makan di kantin. Tetapi sesekali membawa makanan langsung dari rumah,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilkada Jayawijaya jadi perhatian Mabes Polri

Selanjutnya

Satu kampung di distrik Waan kembali terendam air pasang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe