Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Kenapa atlet Papua di Pelatnas berkurang?
  • Rabu, 31 Januari 2018 — 19:18
  • 1139x views

Kenapa atlet Papua di Pelatnas berkurang?

Dari data yang dikumpulkan Jubi dari cabang dayung, rugby dan sofbol yang menyertakan atlet ke pelatnas Asian Games 2018
Erni Sokoy, ratu dayung Papua saat tampil di PON 19 Jawa Barat selama ini menjadi langganan Pelatnas – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Atlet-atlet Papua yang tergabung dalam Pelatihan Nasional (Pelatnas) untuk perkuat Indonesia dalam sejumlah ajang internasional makin berkurang.

Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman menyatakan tidak hanya Papua, tetapi sejumlah daerah punya masalah yang sama.

"Ini persoalan klasik. Daerah berlomba-lomba agar atletnya bisa masuk Pelatnas. KONI Pusat intinya berharap semua daerah dapat menyumbangkan atlet terbaiknya demi membawa nama bangsa di kancah internasional," kata Tono Suratman saat pelantikan pengurus KONI Papua, di Sasana Krida, kantor Gubernur Papua, Rabu 18 Januari 2018.

Tono menilai Papua selama ini dikenal dengan prestasi para atletnya dan mendapat julukan gudangnya atlet berprestasi.

Lalu mengapa, prestasi Papua semakin mundur. Tono menjawab yang paling mengetahui tentang maju tidaknya prestasi atlet adalah pengprov cabang olahraga bersangkutan bersama KONI.

"Saya berharap dengan pengukuhan dan pelantikan pengurus KONI Papua yang baru bisa mengembalikan kejayaan olahraga Papua," pesan Tono Suratman.

Apalagi Papua dihadapkan dengan multi even nasional Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX tahun 2020 yang tinggal 2 tahun lagi.

Tono Suratman menekankan tiga hal pokok berkaitan, Papua sebagai tuan rumah PON. Yang pertama adalah meraik sukses di bidang infrastruktur, kedua sukses dalam pelaksanaan  dan sukses prestasi.

“Banyak sekali bidang pekerjaan yang menurut hemat saya, sudah harus sangat di fokuskan dalam pelaksanaan sejak sekarang,” ungkap Tono Suratman. 

Gubernur sekaligus ketua umum KONI Papua, Lukas Enembe menegaskan pengurus KONI memikul tugas dan tanggung jawab besar demi kehormatan nama dan generasi Papua kedepan.

“Saya meminta Papua harus lebih baik dibandingkan dengan PON Jawa Barat. Waktu terus berjalan kita tidak boleh terlambat untuk mempersiapkan atlet. Kemudian saya meminta kali  ini lebih diberdayakan atlet anak asli Papua ”, tegas Lukas Enembe.

Mantan atlet Papua, Ferdinand Fairyo atau akrab disapa Nando menilai berkurangnya kehadiran atlet-atlet Papua di pelatnas karena faktor realitas dan kekinian. Dulu banyak atlet Papua mendominasi di beberapa cabang olahraga seperti atletik, tinju, karate, judo dan lain-lain. Kenapa sekarang atlet Papua berkurang.

“Pengprov cabang olahraga dan KONI Papua yang harus menjawab itu. Uang kita punya, lalu kenapa jumlah atlet Papua malah berkurang untuk membela Timnas merah-putih," katanya.

Nando berarti ada yang salah dalam pembinaan olahraga prestasi di Papua. Mantan kapten Persipura ini bilang sudah waktunya tiap bidang di KONI Papua bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan profesional pada jalur yang ada. Jangan tumpang tindih tugas dan semrawut.

Hal ini bisa dilihat krisis pembinaan di KONI Papua maka dari tiga pelaksanaan PON terakhir, prestasi Papua menuai kegagalan dan merosot.

"Kita harus belajar metode dan teknologi yang diterapkan negara-negara besar seperti Jerman, Korea Selatan, Jepang dan China. Mereka ini menggunakan sport sains dan Iptek dalam merancang program latihan tiap cabang olahraga (cabor) dan memberi gambaran dan materi yang tepat guna untuk pegangan dan penunjuk arah prestasi. Makanya negara-negara ini maju pesat,” ujarnya.

Dari data yang dikumpulkan Jubi dari cabang dayung, rugby dan sofbol yang menyertakan atlet ke pelatnas Asian Games 2018. (*)

loading...

Sebelumnya

Empat atlet sofbol Papua gabung Pelatnas Asian Games

Selanjutnya

Turnamen Argapura Cup U-18 segera bergulir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6282x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5869x views
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 5111x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe