Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3.  Pemkab Jayawijaya budidaya ubi langka
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 08:15
  • 1235x views

 Pemkab Jayawijaya budidaya ubi langka

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Jayawijaya, Hendri Tetelepta, di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (31/1/2018), mengatakan lebih dari satu jenis ubi jalar lokal Wamena mulai punah sebab hanya beberapa sampel saja ditemukan di petani. "Kami coba melestarikan beberapa ubi jalar yang mulai hampir punah. Ada jenis-jenis tertentu, misalnya Helaleke," katanya
Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Banua, saat panen hipere di kampung Jagarobak distrik Ibele, beberapa waktu silam - Jubi
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengembangkan beberapa jenis ubi jalar lokal yang kini mulai langka atau hampir punah, di perkebunan petani.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Jayawijaya, Hendri Tetelepta, di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (31/1/2018), mengatakan lebih dari satu jenis ubi jalar lokal Wamena mulai punah sebab hanya beberapa sampel saja ditemukan di petani.

"Kami coba melestarikan beberapa ubi jalar yang mulai hampir punah. Ada jenis-jenis tertentu, misalnya Helaleke," katanya.

Luas lahan yang dibuka untuk budidaya ubi langka tersebut sekitar 100 hektare dan lokasinya tersebar di beberapa distrik.

"Kami sediakan bibit dan memberikan kepada masyarakat untuk mereka yang tanam langsung," katanya.

Pemerintah Jayawijaya terus melakukan pendampingan kepada masyarakat agar pengembangan pangan lokal tidak hilang tergilas program pangan nasional seperti jagung, padi, dan kedelai.

"Kami punya pangan lokal seperti ubi jalar ini hampir lepas (tidak masuk-Red) dari program nasional dan provinsi Papua. Kami hanya berharap dari APBD lewat dana Otsus," katanya.

Berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian Nomor 680, Kabupaten Jayawijaya hanya mengembangkan tiga komoditas yaitu kopi, cabai, dan bawang merah.

Walau Jayawijaya tidak masuk program nasional yaitu memproduksi sawah, pemerintah setempat mendorong petani untuk memanfaatkan lahan potensial yang ada untuk pengembangan padi, untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat secara lokal.

"Terkait pembinaan kepada petani padi, itu rutin dilakukan oleh seksi tanaman pangan dan hortikultura. Tetapi untuk program mengirim petani ke luar Jayawijaya itu kami masih terbatas," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilkada Jayawijaya jadi perhatian Mabes Polri

Selanjutnya

Petani di Jayawijaya umumnya berusia lanjut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4863x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4285x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4148x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3485x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2932x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe