Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Petani di Jayawijaya umumnya berusia lanjut
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 08:46
  • 1272x views

Petani di Jayawijaya umumnya berusia lanjut

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Jayawijaya, Hendri Tetelepta, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (31/1/2018), mengatakan kondisi itu menggambarkan krisis petani usia muda hampir terjadi di seluruh distrik di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Banua, saat panen hipere (ubi jalar) di kampung Jagarobak distrik Ibele, beberapa waktu silam - Jubi
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Dinas Pertanian (Distan) kabupaten Jayawijaya menyatakan umumnya para petani di wilayah itu telah berusia lanjut atau sudah tidak produktif.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Jayawijaya, Hendri Tetelepta, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (31/1/2018), mengatakan kondisi itu menggambarkan krisis petani usia muda hampir terjadi di seluruh distrik di wilayah tersebut.

"Satu permasalahan kami di bidang pertanian, di lapangan itu masalah tenaga kerja. Tidak hanya di sawah, di bidang hortikultura, perkebunan. Kalau kita ke kebun, itu yang tersisa hanya ibu-ibu yang kategori bukan usia produktif. Tenaga kerja usia produktif lebih cenderung ke kota," katanya.

Pengkategorian Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia tidak produktif yakni di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas.  Usia produktif antara 15 sampai 64 tahun.

Hendri mengatakan pemerintah setempat telah melakukan berbagai langkah untuk membantu petani usia tidak produktif agar hasil produksi pertanian mereka berjalan baik dan menghasilkan keuntungan.

"Upaya kami adalah membantu petani dengan peralatan seperti sekop, parang, cangkul, maupun traktor. Ke depan kami rencana dorong lagi dengan mesin babat gendong. Kami berharap dengan pengadaan peralatan ini bisa membantu petani yang mengalami kekurangan tenaga kerja yang ada," katanya.

Poli Wetipo, ketua kelompok tani padi, ketika ditemui di lahan sawah miliknya yang berlokasi di kampung Heleluwa, distrik Megapura, mengatakan selain persoalan lahan yang selalu tergenang air, ada sekitar 25 hektare lahan belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh petani.

"Kendala kita di sini itu anggota malas bekerja. Paling-paling nanti ada uang bantuan baru mereka kerja. Tetapi kalau menurut saya, harus kerja dahulu. Di sini ada sekitar 61 kepala keluarga, sementara yang aktif sekitar beberapa KK saja. Seperti yang kita lihat di lapangan hanya ada 5 orang," katanya.

Pria paruh baya itu mengatakan pemerintah selalu memberikan pendampingan tentang cara budidaya sawah padi, namun tidak semua petani mau menjadikan pendampingan sebagai motivasi untuk lebih giat mengelola lahan pertanian. (*)

loading...

Sebelumnya

 Pemkab Jayawijaya budidaya ubi langka

Selanjutnya

Masyarakat UKAM gagalkan penyelundupan alat pendulangan emas di Kawe

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe