Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Masyarakat UKAM gagalkan penyelundupan alat pendulangan emas di Kawe
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 08:53
  • 1470x views

Masyarakat UKAM gagalkan penyelundupan alat pendulangan emas di Kawe

"Sebelumnya saya sudah minta tolong ke kapolres setempat, untuk menahan pelaku, juga donatur penambangan emas ilegal tersebut. Kami juga meminta 55 pendatang selaku pekerja, juga dipulangkan," katanya.
Barang bukti yang dirusak masyarakat suku UKAM - Jubi/Piter Lokon
Piter Lokon
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yahukimo, Jubi - Masyarakat adat yang terdiri dari Ikatan Suku Una, Kopkaka, Arumtap, Arupkor, Mamkot, Momuna (UKAM), berinisiatif menyita penyelundupan alat-alat pendulangan emas dan bahan makanan, yang rencananya akan dibawa menuju Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua.

Dikatakan Sekretaris Jenderal IS-UKAM, Timeus Aruman, Kampung Kawe diketahui menjadi wilayah pendulangan emas ilegal oleh beberapa oknum.

"Penyitaan dan pengrusakan dilakukan karena kekesalan masyarakat, setelah mengetahui ada alat-alat pendulangan yang dipasok lewat Bandara Nop Goliat. Kemudian barang diantar heli menuju Kampung Kawe, Selasa kemarin," katanya, di hari yang sama, Selasa (30/01/2018), di Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Dikatakan, masyarakat yang kesal juga sempat melakukan pemukulan terhadap para penyelundup itu.

"Sebelumnya saya sudah minta tolong ke kapolres setempat, untuk menahan pelaku, juga donatur penambangan emas ilegal tersebut. Kami juga meminta 55 pendatang selaku pekerja, juga dipulangkan," katanya.

Ditemui terpisah di hari yang sama, Kepala Distrik Langda dan juga pemilik hak ulayat Suku Ukam, Yesaya Bitibalyo, mengatakan pemerintah di wilayah adatnya belum pernah menerima surat izin penambangan tersebut.

“Mereka (pendulang) seperti pencuri. Kami tegaskan agar semua pekerja dipulangkan," katanya.

Sementara itu Kapolres Yahukimo, Angling Guntoro, ketika dihubungi Jubi, juga menyatakan hal yang sama. Pihak Polres belum menerima surat izin operasi tambang tersebut.

"Saya baru tahu karena ada laporan warga dan surat penolakan dari IS-UKAM, terkait penutupan lokasi pedulangan emas di Kawe," sampainya. (*)

loading...

Sebelumnya

Petani di Jayawijaya umumnya berusia lanjut

Selanjutnya

Warga Kampung Kitikni panen ikan hasil program dandes 2016

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe