Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Mutu pendidikan di Nabire memprihatinkan
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 14:20
  • 929x views

Mutu pendidikan di Nabire memprihatinkan

Masih jauh dari harapan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ketua Komisi B, DPRD Kabupaten Nabire, Moh Iskandar di ruang kerjanya. Rabu (31/01/2018) – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi –Mutu Pendidikan di Kabupaten Nabire dinilai sangat memprihatinkan dan perlu evaluasi oleh dinas tehknis terkait. Kualitas pendidikan di kawasan itu dinilai masih jauh dari harapan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pendidikan masih jauh dari harapan dan perlu evaluasi dinas terkait,” ujar Ketua Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nabire, Moh Iskandar, di ruang kerjanya, Rabu (31/01/2018).

Iskandar menyebutkan klasifikasi mutu pendidikan dasar di Nabire hanya mendapatkan bintang dua. “Sementara targetnya harus lima bintang dan sesuai delapan standar mutu pendidikan oleh pemerintah,” kata Iskandar menambahkan.

Rendahnya kualitas pendidikan yang ia sampaikan itu terungkap saat pertemuan penataan mutu pendidikan dasar se-Provinsi Papua beberapa waktu lalu. Menurut Iskandar, sebenarnya perbandingan guru dan murid di Nabire cukup seimbang, namun ia tak memungkiri pendistribusian tenaga pendidik tidak seimbang.

“Kebanyakan guru numpuk di kota, sementara di kampung – kampung kekurangan guru,” katanya .

Tak jarang di kampung  hanya terdapat seoarang guru PNS, selebihnya dua atau tiga guru tenaga kontrak pada satu sekolah. Hal itu menjadi salah satu indikator rendahnya mutu pendidikan di Nabire. Selain itu masih juga  belum adanya fasilitas pendukung lain seperti  perumahan guru, fasilitas sekolah, serta kurangnya perhatian orang terhadap anaknya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebai, mengatakan meningkatkan mutu pendidikan sesuai delapan standar pendidikan menjadi tanggung jawab bersama.

“Yakni orang tua murid, kepala sekolah dan guru, komite sekolah, peran aktif peserta didik dan terutama pemerintah,” ujar Viktor

Dinas pendidikan Nabire terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan program yang sudah direncanakan ke arah yang lebih baik. “Untuk mencapai target sekaligus tidak bisa, namun perlahan kami yakin bisa,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Target PAD Nabire tahun ini Rp 28 miliar

Selanjutnya

Serahkan DPA tahun 2018, ini pesan Bupati Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2902x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2608x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1520x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1311x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe