Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Perekrut pekerja musiman di Solomon mengaku diintimidasi
  • Kamis, 01 Februari 2018 — 17:06
  • 676x views

Perekrut pekerja musiman di Solomon mengaku diintimidasi

Komisaris Tinggi Kepulauan Solomon untuk Selandia Baru, Joy Kere, mengatakan negaranya dapat menjamin keamanan para agen perekrutan pekerja musiman yang mengunjungi Solomon.
Komisaris Tinggi Kepulauan Solomon untuk Selandia Baru, Joy Kere - RNZI / Lynda Chanwai-Earle
Elisabeth Giay
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wellington, Jubi - Komisaris Tinggi Kepulauan Solomon untuk Selandia Baru, Joy Kere, mengatakan negaranya dapat menjamin keamanan para agen perekrutan pekerja musiman yang mengunjungi Solomon.

Kere menanggapi laporan seorang perekrut asal Selandia Baru yang menyatakakan bahwa selama mengunjungi ibukota negara itu di Honiara dia menjadi korban upaya intimidasi dan pemerasan.

Laporan agen perekrutan tersebut, yang mewakili kontraktor skema pekerja musiman Selandia Baru, datang setelah mengunjungi berbagai negara Pasifik selama bertahun-tahun.

Anthony Rarere dari Pick Hawkes Bay mengatakan belakangan ini pengalamannya di lapangan selama di Kepulauan Solomon penuh paya intimidasi dan pemerasan.

Menurut Rarere, orang-orang Kepulauan Solomon terlihat semakin putus asa untuk bergabung dalam skema ini.

“Terakhir kali saya pergi kesana saya diancam oleh seorang petugas polisi yang mengintimidasi saya untuk mempekerjakan istrinya. Tahun sebelumnya saat kami berkendara di jalan utama seseorang melemparkan batu  ke jendela kami. Ketika hampir seribu orang mendatangi kami untuk perekrutan dan kebanyakan dari mereka tidak mendapatkan pekerjaan, mereka menjadi marah,” ungkapnya.

“Kami semakin ingin meminggalkan negara itu untuk pulang ke rumah setelah ancaman mulai berdatangan melalui pesan singkat,” kata dia. “Oleh karena itu kita berpikiran untuk sedikit mengurangi jumlah rekrutan.”

Menurut Kare pemerintahnya telah mengambil tindakan untuk memastikan agen perekrutan  mendapatkan perlindungan dari Unit Mobilitas Buruh setempat.

“Unit ini dapat membantu memfasilitasi pertemuan-pertemuan, mereka juga dapat membantu memberikan berbagai dukungan selama proses rekrutmen ini,” katanya.

Sekarang kami berharap sudah mencapai tahap hingga tidak perlu lagi memberikan  jaminan keamanan tambahan atau dukungan ekstra di luar hal yang normal. Menurut saya kita bisa menjamin keamanan para perekrut sama seperti kita menjamin keamanan semua orang yang datang ke Kepulauan Solomon.”

Sekitar 600 orang asal Kepulauan Solomon bekerja di Selandia Baru di bawah skema RSE tahun ini.(RNZI)

loading...

Sebelumnya

Perubahan iklim, punahnya bahasa dan identitas yang hilang

Selanjutnya

PM Fiji tuduh liputan koran tidak akurat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4723x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2768x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2663x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe