Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Carol Renwarin, jasa dan dedikasinya kini dilupakan
  • Jumat, 02 Februari 2018 — 07:58
  • 1215x views

Carol Renwarin, jasa dan dedikasinya kini dilupakan

“Kita harus pakai dia, sebab dia yang selalu buat penataran pelatih semua cabang olahraga,” akunya.
Carol Renwarin saat diwawancara – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Pengurus KONI Papua periode 2017-2021 telah resmi dilantik ketua umum KONI Pusat, Tono Suratman, pada Rabu 18 Januari 2018.

Dari 78 orang ini memikul dan mengemban tugas mulia, terlebih menuju PON 2020 di Papua.

Salah satu tokoh olahraga Papua yang selama ini mendedikasikan hidupnya demi memajukan olahraga di bumi Cenderawasih, Carol Renwarin tidak masuk dalam jajaran pengurus.

Mantan petinju Papua, Sepi Karubaba berharap Carol Renwarin bisa dipanggil serta dilibatkan dalam kepengurusan KONI, apalagi dalam persiapan atlet-atlet Papua menuju PON XX.

“Dia (Carol Renwarin) merupakan salah satu mantan  petinju yang membela Papua dari Irian Barat sampai Irian Jaya hingga sekarang Papua. Menjadi pengurus yang benar-benar bisa bekerja menyiapkan dan menjadikan atlet Papua dengan baik,” kata Sepi Karubaba kepada wartawan di Kantor KONI Papua, Kamis (1/2/2018).

Sepi mengisahkan perjalanan dari sahabat sekaligus teman sesama petinju yang sering akrab dipanggil pace rambut putih ini.

“Dia merupakan atlet sampai datang ke PON VIII di Surabaya dari petinju sampai mengikuti tenis meja, jadi semua cabang olahraga itu dia bisa pegang. Bukan satu cabang olahraga saja, jadi semua pelatih-pelatih cuma angkat tangan dan sangat menghargai Carol,” tambah mantan petinju kelas berat menengah ini.

Menurut Karubaba, banyak orang menilai Carol adalah orang pendatang, asal suku Ambon dan tidak punya hak, tetapi dia itu lahir di Papua dan besar di Merauke sampai detik ini.

“Kita harus pakai dia, sebab dia yang selalu buat penataran pelatih semua cabang olahraga,” akunya.

Sepi mengaku jasa serta dedikasinya buat negeri ini sangat besar. Lewat ilmu yang dimiliki dan didapat dari Hungaria, banyak melahirkan pelatih-pelatih hebat yang tersebar di tanah Papua.

“Saya sebagai petinju kampung asal Kontiunai, Kepulauan Yapen saya sampaikan saja seperti begitu. Kami sampaikan agar bisa memanggil dia kembali untuk terlibat dalam mengurus olahraga di Papua, “ katanya.

Sepi katakan kalau Carol dibuang, ibarat seperti Tuhan Yesus yang dibuang. Akhirnya kita semua menderita.

Prestasi olahraga Papua yang makin merosot, Sepi menilai ketergantungan dengan uang akibatnya seperti ini.

“Dulu tidak ada uang kita bisa kibarkan bendera merah putih di negara orang. Jadi pengalaman itu yang saya mau sampaikan, jangan kita tidur mimpi uang dulu, kita buat yang terbaik dulu baru nanti uang datang dengan sendirinya, itu pengalaman saya. Saya juara Indonesia selama 14 tahun dari 1976 sampai 1988, Sea Games India dan Filipina tahun 1982,” katanya.

Mantan atlet lempar cakram, Ismail Sroyer peraih medali PON dan SEA Games menambahkan Carol Renwarin tidak hanya tokoh olahraga, tapi ia adalah figur yang pantas menjadi contoh buat semua pemangku olahraga di Papua.

“Jaman kita dulu mau latihan atau sedang TC, pa Carol selalu setia memberi masukan dan arahan. Ia tidak hanya pelatih tapi orang tua buat kita,” kata Ismail.

Petinju putri peraih medali emas di PON XVIII/Riau, Nobertha Tajum menilai Carol Renwarin adalah motivator yang selalu mampu membangkitkan semangat petinju.

“Ada kelebihan yang dimiliki pa Carol tapi tidak dimiliki pelatih lain. Kita selalu mendapat motivasi dan bisa merubah kita sebagai atlet baik dan berprestasi,” katanya.

Mantan petinju Papua, Otto Ayomi mendukung Carol Renwarin wajib dilibatkan dalam persiapan atlet menuju PON. Bila tidak maka kita jangan bicara apa-apa, lebih baik kita diam saja dengan kehancuran yang ada.

“Semua kenapa dipolitisasi, KONI harus bisa menyiapkan atlet semua cabang olahraga, karena kita sedang persiapan menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Jangan hanya karena uang saja, rame-rame orang duduk di KONI,” tegasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Peter Butler selesai seleksi, nama pemain tinggal diumumkan

Selanjutnya

Persipura mania akan miliki markas baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe