Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Kejagung tangkap mantan Kajari Wamena di Mataram
  • Jumat, 02 Februari 2018 — 08:02
  • 1301x views

Kejagung tangkap mantan Kajari Wamena di Mataram

Asisten Intelijen Kejati NTB, Sucipto, di Mataram, Kamis (1/2/2018), mengatakan penangkapan yang dilaksanakan tim intelijen Kejagung dibantu tim intelijen dari Kejati NTB itu dilakukan dalam rangka tindak lanjut dari eksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung pada 22 Juni 2015 dengan pidana penjara selama delapan tahun.
Ilustrasi, korupsi, hukum, dan keadilan – Jubi/Tempo.co
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Mataram, Jubi - Tim intelijen Kejaksaan Agung menangkap buron yang masuk daftar pencarian orang (DPO) yakni mantan Kepala Kejaksaan Negeri Wamena, I Putu Suarjana, di sebuah hotel di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Asisten Intelijen Kejati NTB, Sucipto, di Mataram, Kamis (1/2/2018), mengatakan penangkapan yang dilaksanakan tim intelijen Kejagung dibantu tim intelijen dari Kejati NTB itu dilakukan dalam rangka tindak lanjut dari eksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung pada 22 Juni 2015 dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Usai penangkapan, tim Intelijen Kejagung melanjutkan proses pemeriksaan terhadap Suarjana di Kantor Kejati NTB, sebelum pada akhirnya diberangkatkan ke Jakarta pada pukul 11.47 WITA, melalui Lombok International Airport.

Sucipto mengatakan pihaknya membantu tim intelijen Kejagung menindaklanjuti perintah eksekusi putusan kasasi sang terpidana korupsi tersebut.

"Kami hanya membantu proses penangkapan. Penanganannya oleh Kejagung. Ini terkait tindak pidana korupsi," kata Sucipto.

Dalam putusan kasasinya, selain dijatuhi hukuman pidana delapan tahun, Suarjana turut dibebankan untuk membayar denda Rp 1 miliar.

Jika tidak mampu membayarnya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan hakim, diganti dengan pidana kurungan selama delapan bulan.

Terkait dengan kasus korupsi dalam anggaran penyelidikan di Kejari Wamena 2012-2013, Suarjana turut dibebankan membayar uang pengganti Rp 800 juta. Namun berdasarkan hasil temuan Tim BPKP Papua, kerugian negaranya tercatat mencapai Rp 3,1 miliar.

Jika tidak mampu membayar uang pengganti, akan dilakukan penyitaan dan pelelangan harta benda atau pidana pengganti selama satu tahun penjara. (*)

loading...

Sebelumnya

Tolak uji materi pasal makar, MK dituding hambat kebebasan berekspresi

Selanjutnya

AJI kecam pengusiran jurnalis BBC dari Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32882x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8928x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6438x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5763x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5592x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe