Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Hampir 500 anak Kimaam menderita ISPA
  • Sabtu, 03 Februari 2018 — 06:34
  • 1277x views

Hampir 500 anak Kimaam menderita ISPA

“Rata-rata anak yang terserang penyakit itu berusia tujuh tahun, sedangkan untuk orang dewasa yang terkena penyakit ISPA sebanyak 19 orang,” ujar Maris Herline Mice, Kepala Puskesmas Kimaam, Jumat (02/02/2018).
Ilustrasi balita dan ibunya - Jubi/Dok.
ANTARA
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Sebanyak 495 anak terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, sepanjang September 2017 hingga Januari 2018.

Data yang dilansir oleh Puskesmas Kimaam ini juga mencatat, anak berusia rata-rata 7 tahun yang terserang penyakit dengan indikasi demam dan sakit tenggorokan tersebut.

“Rata-rata anak yang terserang penyakit itu berusia tujuh tahun, sedangkan untuk orang dewasa yang terkena penyakit ISPA sebanyak 19 orang,” ujar Maris Herline Mice, Kepala Puskesmas Kimaam, Jumat (02/02/2018).

Maris mengatakan, dari pendataan itu, juga tercatat sejumlah penyakit lain, seperti 138 warga terkena penyakit malaria, diare 45 orang, penyakit gastritis (maag) 51 orang, dan penyakit asma sebanyak 18 orang.

“Ada juga warga yang terkena penyakit kulit sebanyak 18 orang. Tetapi, kami dari Puskesmas Kimaam sudah menangani beragam penyakit itu,” terangnya.

Menyoal kasus gizi buruk dan campak di Asmat, yang sempat menjadi kasus serius hingga di tingkat Nasional, Maris menekankan dari hasil pendataan sekaligus penelusuran yang dilakukan sejak September 2017 hingga Januari tahun ini, tidak ditemukan pasien anak yang terkena penyakit campak dan gizi buruk.

"Tidak ada penyakit campak dan gizi buruk karena Puskesmas selalu memberikan tambahan asupan gizi kepada anak-anak, yang dilakukan tiap dua bulan sekali," tutupnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mimika bagikan vitamin A untuk Balita

Selanjutnya

Tim medis Unhas berangkat ke Asmat bulan ini

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe