Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Setelah dua tahun, larangan Facebook di Nauru dicabut
  • Minggu, 04 Februari 2018 — 12:41
  • 583x views

Setelah dua tahun, larangan Facebook di Nauru dicabut

Larangan tersebut mulai diberlakukan pada tahun 2015 akibat kekhawatiran menyangkut eksploitasi perempuan dan anak-anak di negara kepulauan tersebut.
Presiden Nauru Baron Waqa saat berpidato di hadapan tamu and undangan ada upacara resmi dalam rangka memperingati ulang tahun Kemerdekaan Nauru yang ke-50 dari Australia - RNZI/Twitter/@Republic_Nauru
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Yaren, Jubi - Kabinet Nauru mengumumkan pencabutan larangan pengunaan Facebook selama dua tahun bagi warga negaranya, Selasa (30/1/2018).

Larangan tersebut mulai diberlakukan pada tahun 2015 akibat kekhawatiran menyangkut eksploitasi perempuan dan anak-anak di negara kepulauan tersebut.

Pada tahun 2015 Pemerintah ini menempatkan larangan sementara atas Facebook karena eksploitasi perempuan dan anak-anak di situs itu terus terjadi. Tidak ada platform media sosial lainnya yang dibatasi.

Keputusan larangan itu mendatangkan sejumlah kritik dari media internasional dan kemudian oposisi Nauru, namun pemerintah tetap teguh dan mengklaim bahwa komitmen itu untuk melindungi orang-orang yang rentan dari mereka yang memiliki niat jahat.

Sejak saat itu Parlemen telah mengesahkan undang-undang keamanan dunia maya yang ketat untuk memastikan agar hukum konsisten dengan resiko dunia online saat ini, “sesuatu yang sebelumnya belum bisa kami  ditangani,” ujar pemerintah dalam pernyataannya.

Pemerintah mengatakan telah mengembangkan program-program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pendidikan dan dukungan korban kejahatan dunia maya.

“Dengan adanya mekanisme keamanan yang baru untuk melindungi masyarakat kita, Kabinet Nauru telah memutuskan mencabut larangan sementara Facebook, berlaku mulai sekarang,”  demikian pernyataan pemerintah.

Sejak pemilihan yang dimenangkan Presiden Waqa pada tahun 2013, pemerintah mengklaim telah melakukan banyak reformasi untuk menciptakan negara yang lebih aman dan sistem peradilan yang kuat dan lebih transparan.

Seiring dengan reformasi ekonomi dan budaya, seluruh rakyat Nauru mulai percaya bahwa pemerintahnya bisa membangun negara yang lebih sejahtera, tangguh, dan sukses dengan masa depan yang positif dan optimis.(PINA)

loading...

Sebelumnya

Serikat pekerja Vanuatu bawa pemerintah ke pengadilan

Selanjutnya

Asosiasi Dokter PNG usulkan wajib otopsi terhadap korban sihir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4863x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4285x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4147x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3484x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2932x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe