close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Asosiasi Dokter PNG usulkan wajib otopsi terhadap korban sihir
  • Minggu, 04 Februari 2018 — 12:46
  • 470x views

Asosiasi Dokter PNG usulkan wajib otopsi terhadap korban sihir

“Para pelaku yang menyakiti atau membunuh seseorang yang tak bersalah harus diproses oleh pengadilan. Dengan cara seperti ini, serangan dan kematian terkait sihir dapat dibasmi,” tegas dr. Naipao
Presiden National Doctors Association Papua Nugini dr. James Naipao. - PNG Today
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port  Moresby, Jubi - Otopsi atas korban mati yang diduga akibat sihir harus diwajibkan, kata Asosiasi Dokter Nasional (National Doctors Association; NDA) PNG.

Presiden NDA dr. James Naipao mengatakan pada Selasa (30/1/2018) bahwa sebuah UU harus disahkan oleh Parlemen untuk mewajibkan otopsi, atau pascamortem, dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.

“Para pelaku yang menyakiti atau membunuh seseorang yang tak bersalah harus diproses oleh pengadilan. Dengan cara seperti ini, serangan dan kematian terkait sihir dapat dibasmi,” tegas dr. Naipao sehubungan dengan serangan dan pembunuhan baru-baru ini yang dilakukan terhadap korban yang dituduh penyihir.

Dia menekankan bahwa kepercayaan terhadap ilmu sihir dan sihir sebagai penyebab kematian adalah keyakinan primitif yang ditanamkan dan terasimilasi dalam masyarakat dan budaya untuk waktu yang lama, dan ini adalah kepercayaan umum di seluruh dunia.

Dalam beberapa kasus, tuduhan-tuduhan tersebut disebabkan oleh karena seseorang di kampung itu sakit atau sekarat mendadak, kata Dr Naipao.

Di dunia Barat, kepercayaan seperti ini telah sirna akibat kemajuan pengobatan dan ilmu pengetahuan. Di Afrika, Asia dan beberapa bagian di Pasifik, terlepas dari modernisme, kepercayaan terhadap sihir masih bertahan dalam masyarakat dan budaya yang menciptakan kepercayaan itu,” lanjuta.

Namun, dia mengatakan, dengan perkawinan antar suku dan klaim untuk pembelian ritual ini demi alasan keamanan dan balas dendam, kepercayaan sihir kini menjadi kepercayaan di seluruh negeri dan PNG belum berhasil meninggalkan dunia ini.

Naipao mengatakan bahwa dunia Barat membutuhkan waktu hampir 600 tahun untuk mengubah pola pikir mereka sehingga sekarang kepercayaan itu sangat minim.

Menurut sebuah studi oleh the Divine Word University, Institut Riset Nasional PNG dan Australian National University, dalam 20 tahun terakhir, telah terjadi rata-rata 30 kematian dan 72 insiden penyiksaan terkait sihir  yang dilaporkan di surat kabar lokal setiap tahunnya.

“Masyarakat Papua Nugini perlahan-lahan mengalami kemajuan ke tempat dimana dunia Barat berada sekarang, kepercayaan akan ilmu sihir akan padam bertahap dalam rentang waktu yang sama seperti waktu kemajuan dunia Barat,” katanya.(PNG Post-Courier)

loading...

Sebelumnya

Setelah dua tahun, larangan Facebook di Nauru dicabut

Selanjutnya

Bagaimana kelanjutan ambisi Australia membentuk komunitas Pasifik Selatan?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4876x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4299x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4168x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3493x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2956x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe