TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Akibat peluru nyasar oknum Brimob, Emakulata meregang nyawa
  • Senin, 05 Februari 2018 — 04:49
  • 675x views

Akibat peluru nyasar oknum Brimob, Emakulata meregang nyawa

"Oknum anggota (Brimob) yang melakukan penembakan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Irenius.
Jenazah yang diduga Emakulata (55), yang meregang nyawa akibat peluru oknum Brimob di Mimika – Jubi/IST.
ANTARA
[email protected]
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Timika, Jubi - Jenazah Emakulata Kolaka Emakeparo (55),  korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian di Pelabuhan Cargodokck Portsite Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, akhirnya dibawa oleh kerabatnya ke Kantor DPRD Mimika, Minggu (04/02/2018) siang.

Begitu tiba di halaman Kantor DPRD Mimika, massa yang merupakan kerabat korban, membakar ban mobil di tengah Jalan Cenderawasih, tepat di depan Kantor DPRD Mimika sehingga membuat arus lalu lintas dari Timika menuju SP2-SP3, Kuala Kencana lumpuh total.

Aksi yang dilakukan oleh kerabat korban ini berdasar, yakni menuntut pertanggungjawaban aparat kepolisian atas peristiwa tertembaknya Emakulata Kolaka Emakeparo. Jenazah korban sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk dilakukan pemeriksaan (visum).

Korban diketahui terkena peluru nyasar oknum anggota Brimob saat terjadi keributan di jembatan Pelabuhan Cargodock Portsite Amamapare pada Minggu dini hari.  Emakulata tertembak pada bagian kening menembus hingga kepala bagian belakang.

Menyikapi ini, Pengurus Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Irenius Akimuri mengatakan, korban sebetulnya tidak terkait langsung dengan peristiwa keributan di jembatan Cargodock Pelabuhan Portsite Amamapare milik PT Freeport Indonesia, itu.

"Kami pihak keluarga menuntut Polri bertanggung jawab atas masalah ini, menyiapkan tempat persemayaman jenazah, penguburan jenazah sampai permasalahan ini diselesaikan secara tuntas," kata Irenius.

Keluarga juga menuntut PT Freeport bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa penembakan yang menewaskan Kolaka Emakeparo tersebut.

"Oknum anggota (Brimob) yang melakukan penembakan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Irenius.

Dari kronologi kejadian, Kepala Kampung Pulau Karaka Fakondus Natipia mengatakan, saat terjadi keributan korban sedang tertidur, dan akhirnya  terbangun  saat mendengar letusan senjata api.

"Begitu mendengar bunyi tembakan, korban pergi melihat ke lokasi. Lalu dia jadi korban," tutur Fakondus.

 

Tujuh anggota Brimob diperiksa

Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan menyatakan turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa mendiang Emakulata Kolaka Emakeparo.

Indra berjanji untuk menindaklanjuti tuntutan dan permintaan keluarga korban guna mengusut tuntas peristiwa tersebut. Hingga Minggu petang, jenazah almarhumah Emakulata Kolaka Emakeparo masih disemayamkan di Kantor DPRD Mimika. Massa terus berdatangan ke Kantor DPRD Mimika dan ruas Jalan Cenderawasih masih diblokade sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. 

Sedangkan, hingga berita ini diturunkan, Propam Polda Papua masih memeriksa secara intensif tujuh anggota Brimob terkait tewasnya Emakeparo (55), warga Pulau Karaka, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada Minggu (4/2) dini hari, yang berlangsung di Mapolres Mimika, di Timika, Provinsi Papua.

"Pemeriksaan terhadap anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Amole itu dipimpin Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Janus Siregar," kata Juru Bicara Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal kepada Antara di Jayapura, Minggu (04/02/2018) malam.

Ditanya penyebab tewasnya ibu yang tidak bersalah itu, Polisi pun belum dapat memastikan, karena masih harus menunggu hasil autopsi yang dijadwalkan berlangsung Senin (05/02/2018) di RS Mitra Masyarakat Timika.

"Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban walaupun dari laporan yang diterima korban meninggal akibat luka terkena benda tajam di bagian kepala," kata Kamal.

Juru bicara Polda Papua ini berujar, korban tewas sesaat setelah aksi penyerangan terhadap aparat keamanan yang sedang melintas di Pulau Karaka sambil membawa RN (18),  satu dari tiga tersangka pelaku pencurian konsentrat milik PT Freeport, di cargo dock Port Side, Timika.

Saat aparat keamanan bersama RN melintas menggunakan perahu motor tiba tiba RN berteriak dan menceburkan diri ke laut dan tak lama kemudian warga menyerang anggota, sehingga terpaksa dikeluarkan tembakan peringatan.

"Aksi pencurian konsentrat milik PT Freeport dilakukan RN bersama dua rekannya pada Sabtu (3/2) sekitar pukul 21.40 WIT," kata Kombes Kamal. (*)

loading...

Sebelumnya

Mengusir wartawan asing dari Asmat bukan solusi

Selanjutnya

Tokoh Suku Kamoro minta Kapolda Papua datang ke Timika

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat