Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pemkab Supiori klaim wilayahnya bebas campak
  • Senin, 05 Februari 2018 — 10:08
  • 1663x views

Pemkab Supiori klaim wilayahnya bebas campak

"Sampai saat ini, Kabupaten Supiori belum ada laporan warganya dan balita terkena campak atau gizi buruk," kata Bupati Supiori, Jules F. Warikar, ketika dihubungi di Biak, Minggu (04/02/2018).
Ilustrasi, pelabuhan Supiori, salah satu pintu masuk ke kabupaten pemekaran Biak Numfor tersebut – Jubi/Wikipedia.org
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Biak, Jubi - Pemerintah Kabupaten Supiori mengklaim wilayahnya hingga 4 Februari 2018 wilayah tersebut bebas dari wabah penyakit campak. Ini karena intensifnya pelayanan kesehatan oleh Satuan Tugas Kesehatan Nusantara dari kampung ke kampung.

"Sampai saat ini, Kabupaten Supiori belum ada laporan warganya dan balita terkena campak atau gizi buruk," kata Bupati Supiori, Jules F. Warikar, ketika dihubungi di Biak, Minggu (04/02/2018).

Sektor kesehatan yang digalakkan pemkab setempat setiap tahun, kata dia, dibenahi mulai dari ketersediaan fasilitas kesehatan di puskesmas, puskesmas pembantu, hingga RSUD melalui program Gerbang Emas Gubernur Papua Lukas Enembe dan kebijakan strategis daerah lewat perwujudan visi misi program Bupati Supiori 'Sehat Kenyang Pintar'.

Bupati Warikar mengakui tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan di kabupaten Supiori seperti kendala geografis karena sebagian penduduk Supiori bermukim di pulau.

Tantangan lain adalah ketersediaan jumlah tenaga kesehatan yang sangat terbatas sehingga pelayanan harus dari kampung ke kampung.

Upaya mengatasi kekurangan tenaga medis di Kabupaten Supiori, menurut Bupati Jules Warikar, melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Salah satu bantuan tenaga dokter spesialis yang diberikan Kemenkes, menurut Bupati, mulai tahun ini RSUD Supiori sudah dapat melakukan pelayanan operasi untuk pasien melahirkan atau operasi kecil lainnya.

"Layanan kesehatan dasar untuk masyarakat harus disediakan Pemerintah Kabupaten Supiori sebagai pelaksanaan visi dan misi program kerja daerah," tegasnya.

Kabupaten Supiori sebagai daerah pemekaran dari kabupaten induk Biak Numfor yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2003 memprioritaskan empat program strategis daerah, yakni kesehatan, pendidikan, penyediaan insfastruktur dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung. (*)

loading...

Sebelumnya

RSUD Yowari Sentani evaluasi layanan tahun 2017

Selanjutnya

Peringati HUT ke-53, SMPN 1 Sentani gelar baksos

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2855x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2595x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1504x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1298x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe