Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. BPBD Jayawijaya: Kebakaran hutan 2015 jadi bahan introspeksi
  • Senin, 05 Februari 2018 — 10:20
  • 917x views

BPBD Jayawijaya: Kebakaran hutan 2015 jadi bahan introspeksi

Kebakaran hutan yang pernah melanda Kabupaten Jayawijaya, 2015 lalu, diharapkan menjadi bahan introspeksi. 
Ilustrasi kebakaran - Tempo.co
ANTARA
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi - Kebakaran hutan yang pernah melanda Kabupaten Jayawijaya, 2015 lalu, diharapkan menjadi bahan introspeksi. 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Ernawati Tappi, Minggu (04/02/2018) di Wamena.

"Kebakaran hutan 2015 lalu, sempat merembet ke rumah warga. Untuk menghindari kejadian serupa mengingat angin kencang, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah sembarangan, apalagi membakar hutan karena nanti bisa merembet," katanya.

Lanjutnya, pada 2015, akibat musim kemarau berkepanjangan yang disertai angin kencang, maka terjadilah kebakaran di kurang lebih enam titik, misalnya di Distrik Siepkosi, Wouma, Pisuti, Tulem.

"Sekitar 50-an rumah di Distrik Wouma, tujuh rumah di Distrik Pisugi dan satu gereja ikut terbakar pada kebakaran hutan yang terjadi bulan Agustus itu."

Walau tidak menyebabkan korban jiwa, kebakaran itu juga menghanguskan sejumlah ternak milik warga. Kini, selain menghindari pembakaran secara sembarangan, BPBD juga mengingatkan warga untuk waspada sebab akibat angin kencang bisa menyebabkan pohon tumbang dan mengakibatkan warga menjadi korban.

"Memang ada terjadi pohon tubang di beberapa titik, namun kejadian itu tidak menelan korban jiwa," katanya.

Beberapa hari terakhir ini sejumlah pilot pesawat kecil membatalkan penebangan di Bandara Wamena, akibat kecepatan angin naik hingga mencapai 40 knot dari kecepatan rata-rata yang sering terjadi antara 10 hingga 16 knot. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketika sampah dibuang di kali

Selanjutnya

Pagar hidup untuk Danau terbesar di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32896x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8937x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6449x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5813x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5603x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe