Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Ekonomi Papua bisa tumbuh jika Pilkada aman
  • Senin, 05 Februari 2018 — 21:39
  • 820x views

Ekonomi Papua bisa tumbuh jika Pilkada aman

 “Dan ini memberikan pengaruh dominan pertumbuhan ekonomi di Papua. Selain itu pengaruh dari Pilkada akan diperkirakan menyumbang perekonomian positif selama tidak ada kendala bantuan sosial budaya dan keamanan,” ujar Jodi Sulistyo.
Pelabuhan Jayapura sebagai salah satu pendorong Perekonomian Papua - Jubi/Sindung.
Sindung Sukoco
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Pertumbuhan ekonomi Papua di tahun 2018 diprediksi mengalami kenaikan mencapai 4,2 persen, setelah di triwulan ke III 2017 terjerembab diangka 3,40 persen. Dugaan pertumbuhan ini akibat mendapat sentimen positif utamanya dari kinerja tambang, dan relaksasi Izin Usaha Pertambangan Khusus ( IUPK ) Freeport yang diperpanjang hingga Juni 2018.

Prediksi ini disampaikan Manager fungsi assesmen ekonomi dan surveilance Bank Indonesia Perwakilan Papua, Jodi Sulistyo, kepada Jubi di Jayapura, Senin (05/02/2018).

 “Dan ini memberikan pengaruh dominan pertumbuhan ekonomi di Papua. Selain itu pengaruh dari Pilkada akan diperkirakan menyumbang perekonomian positif selama tidak ada kendala bantuan sosial budaya dan keamanan,” ujarnya.

Dari sisi konsumsi masyarakat, permintaan dinilai meningkat. Begitupula  dari sisi pemerintah yang melakukan belanja berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).  Kendati belanja pemerintah daerah tidak terlalu besar pengaruhnya, namun hal ini menyumbang percepatan pembangunan, belum lagi dipengaruhi oleh Pilkada dan juga persiapan dalam pembangunan lokasi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan dihelat tahun 2020.

“Jika Pilkada aman dan cukup positif berjalannya, maka akan ada kenaikan. Sedangkan dari sisi pendapatan masyarakat, berkisar pada bagaimana Upah Minimum Propinsi (UMP) naik, sehingga bisa mendongkrak daya beli yang ada,” terangnya.

Sementara dari segi ekspor, dua sektor yakni pertambangan dan pertanian dinilai akan tetap stabil. Hal ini ditopang oleh kondisi cuaca, dan sektor lainnya yang memberikan pengaruh dominan, seperti korelasi antara belanja untuk konsumsi dengan tingkat rasa aman masyarakat.

 “Dan sebenarnya kita punya penopang lainnya perdagangan dan produksi yang bisa dikatakan stabil dan bias naik,” katanya.

Menakar sisi inflasi, Jodi memprediksi tahun 2018 akan naik dibandingkan tahun 2017, dikisaran 4,7 hingga 5,2 persen. Titik tekan utama akibat kenaikan UM, cukai rokok yang naik 10 persen, dan lagi-lagi berkorelasi dengan berlangsung tahapan Pilkada.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Papua dan Papua Barat  Misran Pasaribu mengatakan, jika  dilihat dari pertumbuhan kredit Papua masih kurang dari target nasional atau masih berkutat dikisaran 9,11 persen. Ini bisa jadi dipicu oleh target persentase Bank Papua, yang hanya mencapai 7,5 persen di tahun 2017.  

 “Target Non Performing Loan (NPL/kredit bermasalah) akan diposisi 5% di tahun 2018. Apalagi Bank Papua  masih proses recovery adanya kredit yang bermasalah di tahun ini, dan prosesnya masih terus berlanjut. Bahkan untuk tahun 2018 pertumbuhan kreditnya 7,5 persen dan NPL nya juga  bisa di bawah 5%,” tegasnya.

Misran mengatakan, jika diperhadapkan dengan tahun politik, yakni pilkada serentak, OJK menilai, bisa terjadi kerentanan dari sisi pertumbuhan ekonomi yang dari ranah perkreditan. Namun hal itu juga bisa menjadi sentimen positif, jika saja antisipasi keamanan dilakukan dengan baik.

“Kondusif bisa saja, jika tidak ada gejala-gejala kerentanan maka target bisa tercapai. Kalau bisa membaik maka bisa berdampak juga  pada investasi.  Investor akan melihat ini sebagai pertumbuhan. Intinya kita doakan semoga  di tahun 2018 sebagai tahun politik ini, bisa berjalan lancar, aman dan damai,” pungkasnya.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Pelni sebut Tol Laut ke Timika dikelola swasta mulai bulan ini

Selanjutnya

Perahu motor di Kali Bian sepi penumpang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe