Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Hip-Hop: Musik, lirik, dan kritik
  • Rabu, 06 Februari 2018 — 11:42
  • 1094x views

Hip-Hop: Musik, lirik, dan kritik

“Kami semua penyanyi rap, mengaransemen musik, membuat dari realita. Aransemen musik sudah buat dari kita berlima. Setelah itu kita kumpul, tentukan tema lagu, lalu kita buat alurnya,” katanya.
Jurnalis Jubi, Hengky Yeimo (ujung kiri) ketika mewawancari personil grup musik hip-hop Papua, Boy Rap Polimak (BRP) – Jubi/Dok. Penulis
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Perkembangan musik modern di Tanah Papua belakangan ini makin pesat. Apalagi didukung kemajuan teknologi internet. Salah satunya musik hip-hop.

Musik hip-hop merupakan salah satu genre musik populer selain pop, RNB, country, dan reggae. Hip-hop terdiri dari beberapa bagian yakni teknik rap, DJ, breakdance, graffity writing dan beatbox.

Dalam berbagai literatur, disebutkan, musik hip-hop lahir dan berkembang di Amerika sejak tahun 1970-an. Musik penuh rima dan ritmis ini paling diminati orang Amerika kulit hitam (Afro-Amerika) ketika itu. Hal ini terutama karena para rapper muncul di jalanan untuk berkumpul dan melakukan kritik sosial.

Dalam perkembangan selanjutnya, jenis musik ini menyebar ke seluruh dunia. Penyuka musik hip-hop, paling tidak, mengenal rapper kelas dunia, seperti Eminem, Kanye West, OutKast dan DR. Dre. Sedangkan di Indonesia ada Iwa K, Soul ID, Saykoji, Bondan Prakoso and Fade 2 Black, Batik Tribe, 8 Ball dan Lipooz.

Di Indonesia, musik ini berkembang sejak tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Sejak kala itu musik hip-hop berkembang dan paling diminati kalangan muda, terutama di Indonesia bagian timur.

Sekitar tahun 2006-2007 musik hip-hop diperkenalkan di Papua oleh D’Angky. Blackman Skill ini menyanyi dari Sorong sampai Merauke.

Sejak tahun 2008 hingga sekarang, musik ini berkembang pesat di Tanah Papua.

Sebuah grup musik hip-hop Papua, Boy Rap Polimak (BRP) dengan personil Alfa D. Kaigere, Jimmy Ariel Karuwai, Eys Chirston Bano dan Willy Numberi—adalah kumpulan anak-anak muda Papua, yang merupakan kumpulan rapper jalanan. Mereka menulis lirik, dan menyanyikannya dengan bit-bit dan lirik-lirik kritik sosial.

“Kami pikirkan untuk berkumpul menjadi satu. Lagu pertama itu ‘Demam Togel’. Kami menyanyi bersama dari tahun 2012,” kata Alfa D. Kaigere, personil BRP ketika ditemui Jubi di Jayapura pekan lalu.

Waktu terus berjalan, grup ini bubar usai menyanyikan lagu “Demam Togel”. Setelah beberapa tahun vakum, kerja kerasnya kembali terwujud. Mereka pun mengikuti berbagai lomba hingga dapat membelikan alat musik dan menyanyi bersama.

“Kami semua penyanyi rap, mengaransemen musik, membuat dari realita. Aransemen musik sudah buat dari kita berlima. Setelah itu kita kumpul, tentukan tema lagu, lalu kita buat alurnya,” katanya.

Lagu-lagu yang dinyanyikan merupakan gambaran realitas sosial. Maka lirik-liriknya bernada kritik sosial beserta plesetannya. Sebut saja pada lagu judi toto gelap (Togel) dan “Teknologika”.

Lagu “Togel” merupakan ekspresi protes dan penolakan BRP terhadap judi togel yang mewabah di Kota Jayapura. Begitu pula “Teknologika”.

Bahwasannya penggunaan teknologi canggih, seperti telepon pintar dengan segala fasilitasnya bukan tanpa logika.

“Kami harap dengan lagu itu mereka (masyarakat) bisa sadar dengan kritikan,” kata Alfa.

Mereka bahkan sudah menghasilkan lebih dari 100 lagu, di antaranya, Demam Togel, Mace Swag, Teknologika dan Di Jaga Pacar. Pada laman youtube-nya, hingga Senin, 5 Februari 2018, video terbarunya, “Teknologika”, yang diunggah 31 Januari 2018 ditonton 16.889 kali, dan 1.449 subscriber dan dibagikan 55.721 orang.

BRP juga sudah menggelar konser di Manokwai dan Sorong, Papua Barat tahun 2012-2013.

“Kami belum pernah sampai ke luar negeri. Itu impian kami. Target jangka panjang kami merekrut orang muda agar tiap bulan bisa menghasilkan satu karya,” katanya.

“Ketika kami bernyanyi juga kami biasa kolaborasi dengan mereka untuk dance. Kami ada garap lagu baru awal Maret,” lanjutnya.

Lirik-lirik ritmis dan kritis serta ajakan juga ditujukan untuk menyetop tindakan atau perilaku negatif, seperti konsumsi minuman beralkohol (minol) dan penyalahgunaan narkoba di Tanah Papua.

Alfa berharap Dewan Kesenian Tanah Papua (DKP) mengakomodir anak-anak muda, untuk mengembangkan musik-musik Papua, sehingga bisa berkolaborasi dengan musik rap.

Rapper Papua lainnya, Dhani Ardana Putra, dari A.k.a Dhani Genstop, yang menekuni musik hip-hop dan dance sejak 2012 mengatakan, musik hip-hop tidak hanya sekadar hobi.

Kritikan, ekspresi cinta, maupun kerasnya kehidupan kerap dilontarkan melalui lagu-lagu hip-hop.

“Tidak boleh tersinggung dengan apa (lagu) yang kita sampaikan,” ujarnya.

Ketua Jurusan Antropologi Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Rina Awom menilai, perkembangan aliran-aliran musik di Papua tidak terlepas dari pengaruh musik dunia. Aliran-aliran musik diadopsi melalui persebarannya di media massa dan internet.

Perkembangan genre-genre musik dunia berisi pesan-pesan maupun nilai-nilai budaya luar Papua, yang tidak disadari masuk dalam kehidupan musik di Papua.

“Ini sebagai salah satu dampak akulturasi khusus dalam perkembangan musik,” katanya.

Menurutnya, perkembangan sosial tidak bisa dibatasi. Namun, fondasi budaya Papua harus diperkuat agar tidak mudah dipengaruhi budaya asing. Salah satunya genre musik.

“Salah satu contoh mulai memudar, dan terkikisnya rasa cinta kita pada aliran musik-musik tradisional Papua di kalangan generasi muda. Mereka cenderung menyukai berbagai genre musik dari luar Papua, baik hip-hop, maupun reggae, dll, yang belum tentu pesannya dipahami,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini angin surga mama-mama pedagang Papua

Selanjutnya

Pemkot Jayapura resmikan TPU khusus Muslim

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe