Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Kabupaten Bangka butuh 10 juta pohon
  • Selasa, 06 Februari 2018 — 14:34
  • 672x views

Kabupaten Bangka butuh 10 juta pohon

Kekurangan minimal 10 juta pohon karena orang menebang setiap hari, sedangkan menanam tidak setiap hari
Ilustrasi. Pixabay.com/Jubi
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sungailiat, Jubi - Kabupaten Bangka, Provinsi kepulauan Bangka Belitung, diperkirakan masih membutuhkan sekitar 10 juta pohon, untuk keseimbangan dan kelestarian alam. Ini merupakan dampak dari banyaknya lahan yang rusak akibat berbagai aktivitas.

"Kekurangan minimal 10 juta pohon karena orang menebang setiap hari, sedangkan menanam tidak setiap hari," kata Bupati Bangka Tarmizi Saat di Sungailiat, Minggu ( 4/02/2018).

Ia mengatakan secara bertahap pihaknya akan melakukan penanaman, dimana hutan yang rusak di Kabupaten Bangka sendiri diperkirakan tidak kurang dari 21 ribu hektare.

"Kondisinya ada yang benar-benar rusak dan tidak terlalu rusak parah. Diprediksi perlu lima tahun untuk memperbaikinya dengan catatan semua elemen masyarakat bergerak. Kalau semua pihak bergerak itu tidak terlalu lama, paling lama lima tahun pasti selesai," ujarnya.

Menurut Tarmizi, kerusakan hutan karena tambang salah satu faktor penyebab, sebab itu ia mengajak semua pihak melakukan tindakan preventif, salah satunya dengan melakukan penanaman sehingga menggugah masyarakat untuk menjaga hutan dan tidak merusaknya.

"Makanya kita ubah polanya, kalau dulu tindakannya represif sekarang preventif. Pencerahan dengan penanaman pohon bahwa ini kebutuhan masyarakat," jelas dia.

Terkait kawasan hutan di Situs Kota Kapur di Kecamatan Mendo Barat yang dirambah penambang, Tarmizi menyatakan telah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah-langkah lanjutan.

"Tim sudah dibentuk dan bekerja. Warga seharusnya sadar bahwa itu kawasan dilindungi, apalagi kawasan itu menyimpan sejarah, tidak boleh dirusak tapi harus dilestarikan," katanya. (*)

 

 

loading...

#

Sebelumnya

Kurangi pengangguran, Pemda Tolikara siap rekrut pencari kerja

Selanjutnya

Kristian mewakili Indonesia di konferensi anak di Swedia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32882x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8927x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6437x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5760x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe