Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Ottow dan Geisler, perintis penginjilan di tanah Papua
  • Selasa, 06 Februari 2018 — 19:49
  • 1721x views

Ottow dan Geisler, perintis penginjilan di tanah Papua

Keturunan penginjil di tanah Papua bersaksi tentang perjuangan dan pengorbanan kakek mereka dari Jerman ke tanah Papua pada tahun 1885 silam.
Carl Wilhelm Ottow dan Johann G Geisler, mereka Cicit Ottow dan Geisler missionaris asal Jerman,  saat memberikan kesaksian di Pulau Mansinam pada perayaan HUT pekabaran Injil ke 163 di Mansinam, Manokwari, Papua Barat, Senin (5/2/2018)., Jubi/Hans Arnold
Admin Jubi
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jubi, Manokwari - Cicit Ottow dan Geisler missionaris asal Jerman,  Carl Wilhelm Ottow dan Johann G Geisler memberikan kesaksian di Pulau Mansinam pada perayaan HUT pekabaran Injil ke 163 di Mansinam, Manokwari, Papua Barat, Senin (5/2/2018). Keturunan penginjil di tanah Papua itu bersaksi tentang perjuangan dan pengorbanan kakek mereka dari Jerman ke tanah Papua pada tahun 1885 silam.

“Mereka (Ottow-Geisler) mengalami banyak tantangan, pernah sakit saat pulang ke Jerman namun mereka tetap kembali ke Papua melanjutkan panggilan mulia,” kata Johans Geisler cicit dari Johann G Geisler.

Mereka meninggalkan anak istri demi menyampaikan kabar baik (Injil) di Papua. Aktivitas pengijil yang dilakukan  pada 163 tahun telah lalu itu sudah sudah hampir dua abad.

Saat bercerita ia menyampaikan terima kasih kepada Sultan Kerajaan Ternate yang memberi bantuan kepada Ottow dan Geisler.

“Melalui bantuan tumpangan perahu yang diberikan Sultan Ternate, sehingga kakek bisa masuk dan menyampaikan kabar Injil di Papua,” kata Johans, menambahkan.

Hans Ottow, cicit mendiang Carl Wilhelm Ottow, mengatakan kakeknya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun agar sampai di Pulau Mansinam. Baginya hal itu merupakan perjuangan yang sangat berat dan melelahkan.

"Saat ini, kami dari Jerman ke sini hanya butuh waktu satu hari. Sungguh perbedaan yang sangat jauh dengan kondisi yang dialami kakek kami saat itu," ujar Hans.

Ia menyampaikan terima kasih bagi seluruh warga Papua karena telah menyambut dan menyebarkan ajaran yang di sampaikan moyangnya. Hans sadar, kakeknya datang dengan benih yang sangat kecil, tapi kini benih itu telah tumbuh dan perkembang di seluruh tanah Papua.

Hal itu sangat ia rasakan, saat tiba pertama kali di Manokwari. Hasil jerih payah perjuangan Ottow dan Geisler sangat  membekas hingga kini.

"Saya bangga, ada manfaat luar biasa dan kini dinikmati masyarakat Papua. Banyak tantangan yang mereka hadapi. Namun ada harapan dari tantangan tersebut. Hari ini saya sudah bisa melihatnya," katanya. (*). Hans Arnold . 

loading...

Sebelumnya

Papua Barat segera melengkapi koleksi museum Mansinam

Selanjutnya

Perayaan 5 Februari di Mansinam mulai bergeser

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32889x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8932x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6441x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5781x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5597x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe