Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Perayaan 5 Februari di Mansinam mulai bergeser
  • Selasa, 06 Februari 2018 — 19:48
  • 1328x views

Perayaan 5 Februari di Mansinam mulai bergeser

Diramaikan dengan rekreasi  dan belanja aksesoris maupun makanan tradisional.
Suasana perayaan HUT pekabaran Injil di Mansinam yang digelar setiap pada 5 Februari, Jubi/Hans Arnold .
Admin Jubi
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jubi, Manokwari –Nuansa rohani sangat terasa dalam perayaan HUT pekabaran Injil di Mansinam yang digelar setiap pada 5 Februari. Tak hanya mengenang ritual keagamaan, kini peringatan masuknya penginjil di tanah Papua itu mulai bergeser, diramaikan dengan rekreasi  dan belanja aksesoris maupun makanan tradisional.

Roberth Rumsayor, salah satu cicit dari penerima Injil di pulau Mansinam membandingkan tahun-tahun sebelumnya, warga yang berkunjung ke Mansinam setiap momen HUT PI  sangat menghargai prosesi ibadah yang berlangsung.

"Saat itu orang dilarang beraktivitas jika ibadah masih berlangsung dan umat Kristen yang datang semuanya mengikuti ibadah,” kata Roberth, Senin (5/2/2018).

Ia menilai saat ini umat yang beribadah terganggu dengan aktivitas pengunjung yang hanya berekreasi. Hal itu mendistorsikan nuansa penghayatan nilai sejarah peradaban orang Papua yang saat itu baru mengenal terang Yesus Kristus.

Menurut dia, peringatan masuknya Injil di Papua sejak 163 tahun silam perlu diperhatikan oleh panitia pelaksana sehingga tidak mengganggu khidmat warga melaksanakan peringatan. “Kalau bisa pengunjung Mansinam masuk ke sekitar  wilayah peribadatan dibatasi, jika prosesi ibadah sedang berlangsung,” kata Roberth menambahkan.

Kepala suku Doreri di pulau Mansinam, Amandus Rumsayo,  mengaku ada sejumlah okum pedagang yang sengaja menjual minuman keras di saat perayaan HUT pekbaran Injil.  "Mereka dari Kota Manokwari  yang menjual miras,", kata Rumsayor .

Hal itu dinilai mencemari nilai-nilai peringatan perayaan masuknya Injil.  "Bila perlu dilakukan pemeriksaan, karena ini sangat mengganggu. Banyak orang mabuk yang bisa meciptakan masalah di hari bersejarah ini", katanya. (*). Hans Arnold . 

loading...

Sebelumnya

Ottow dan Geisler, perintis penginjilan di tanah Papua

Selanjutnya

Manokwari, kota buah yang tak miliki pasar buah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat