Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Parpol dan komunitas diminta dukung Perempuan di pemilu
  • Rabu, 07 Februari 2018 — 09:30
  • 493x views

Parpol dan komunitas diminta dukung Perempuan di pemilu

AWP meminta agar partai-partai politik dapat mengidentifikasi kandidat perempuan berpotensi yang akan mempertahankan standar tinggi warisan perintis perempuan sebelumnya di Dewan Kota di Port Vila dan Luganville
Motarilavoa Hilda Lini - DVU/Godwin Ligo
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Vila, Jubi - Juru Bicara asosiasi Advokat untuk Perempuan di Parlemen (AWP), Hilda Lini, meminta agar partai-partai politik dan masyarakat dapat mengidentifikasi kandidat perempuan berpotensi untuk mengikuti pemilihan kursi cadangan dan kursi tetap dalam Pemilu Kota Port Vila yang akan datang, 7 Maret 2018.

Lini mengingatkan pertama kali seorang perempuan memasuki dunia politik pada tahun 1975. Saat ini dirinya mencalonkan diri dalam pemilihan Kota Port Vila dan beberapa lainnya terpilih menjadi anggota Dewan.

“AWP menyadari bahwa sebelum diperkenalkannya sistem kursi cadangan pada tahun 2013, hanya lima anggota dewan perempuan yang terpilih di kursi tetap  untuk Port Vila sejak tahun 1975.

“Sebagai calon kandidat, perempuan selalu siap untuk terlibat dalam pemilihan umum sebagai kandidat, siap untuk dipilih dan siap mewakili konstituen mereka di berbagai badan pembuat keputusan,” tutur politisi terkenal itu.

Lini menerangkan hal yang  diperlukan oleh perempuan dalam mencalonkan diri adalah dukungan dari partai-partai politik atau komunitas mereka, untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar berkomitmen pada target kebijakan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam badan pengambil keputusan sebesar 30 persen.   

“Berdasarkan kebijakan ini, kursi cadangan disahkan oleh undang-undang pada tahun 2013, sebagai upaya sementara khusus perempuan (aksi afirmatif), yang memungkinkan lima perempuan menjadi anggota dewan terpilih di Port Vila, diikuti pada tahun 2015 dengan lima anggota dewan terpilih lainnya di Luganville,” katanya.

“AWP meminta agar partai-partai politik dapat mengidentifikasi kandidat perempuan berpotensi mereka yang akan mempertahankan standar tinggi yang ditinggalkan oleh perintis perempuan sebelumnya di Dewan Kota di Port Vila dan Luganville,” kata Lini.(Vanuatu Daily Post)

loading...

Sebelumnya

Bagaimana kelanjutan ambisi Australia membentuk komunitas Pasifik Selatan?

Selanjutnya

Feri di Kiribati belum ditemukan, 22 anak sekolah hilang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe