Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Feri di Kiribati belum ditemukan, 22 anak sekolah hilang
  • Rabu, 07 Februari 2018 — 09:33
  • 578x views

Feri di Kiribati belum ditemukan, 22 anak sekolah hilang

Kapal Feri MV Butiraoi meninggalkan Pulau Nonouti pada tanggal 18 Januari untuk perjalanan dua hari sejauh 250 km ke Betio, distrik  terbesar ibu kota Kiribati, Tarawa Selatan. Feri itu tidak tiba sesuai jadwal pada tanggal 20 Januari.
Kapal Feri MV Butiraoi yang diyakini telah tenggelam di tengah Pasifik - The Guardian/AFP/Getty Images
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Betio, Jubi - Dua puluh dua anak sekolah yang sedang  dalam perjalanan termasuk di antara sejumlah korban yang dikhawatirkan meninggal dunia setelah sebuah kapal feri hilang dua belas hari yang lalu di antara pulau-pulau terpencil Kiribati.

Sepuluh siswa sekolah dasar serta tiga belas siswa SMA terdaftar di antara delapan puluh delapan penumpang kapal feri MV Butiraoi. Seorang anak perempuan berusia 14 tahun berhasil diselamatkan dengan tujuh korban yang lainnya di Pasifik Tengah pada hari Minggu (27/1) lalu, dari sebuah perahu kayu kecil tidak bermesin, tanpa air, makanan atau radio untuk berkomunikasi.

Kapal Feri MV Butiraoi meninggalkan Pulau Nonouti pada tanggal 18 Januari untuk perjalanan dua hari sejauh 250 km ke Betio, distrik  terbesar ibu kota Kiribati, Tarawa Selatan.

Feri itu tidak tiba sesuai jadwal pada tanggal 20 Januari.

Dewan Kampung Nonouti telah mengetuk rumah warga dari pintu ke pintu di pulau itu untuk menyusun daftar keluarga yang memiliki kerabat di atas feri maut yang tidak membawa peralatan penyelamatan darurat dan pelacak lokasi dengan riwayat masalah mekanis itu.

Dengan metode itu dewan kampung mengonfirmasi sebanyak 88 orang, 45 laki-laki dan 43 perempuan, ada di dalam kapal itu.

Pemerintah Kiribati dikritik keras oleh keluarga-keluarga korban hilang yang setia menunggu berita terbaru dengan gelisah karena dugaan bahwa pemerintah telah mengabaikan keselamatan maritime. Pemerintah juga menunggu hingga enam hari sebelum meminta bantuan Fiji dan Selandia Baru atas bantuan pencarian udara, menggunakan peralatan radar dan tim khusus penyelamatan di laut.

Ieremia Tabai, Anggota Parlemen Nonouti, mengungkapkan bahwa feri tersebut berada dalam keadaan “tidak pantas” dan mengatakan bahwa pemerintah seharusnya menghentikannya mengangkut penumpang.

Sejumlah Pesawat dari AS dan Australia juga bergabung dalam upaya pencarian udara, namun tidak ada temuan signifikan yang terlihat di daerah pencarian tersebut sejak hari Minggu (27/1), kata tim penyelamat.

Presiden Kiribati Taneti Maamau memberikan pidato publik kedua Kamis lalu (30/2), mengumumkan  bahwa penyelidikan penuh akan dilaksanakan.(The Guardian)

loading...

Sebelumnya

Parpol dan komunitas diminta dukung Perempuan di pemilu

Selanjutnya

Banjir laut akan serang Kepulauan Marshall

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe