Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya bakal bangun rumah singgah anak jalanan
  • Rabu, 07 Februari 2018 — 16:19
  • 350x views

Jayawijaya bakal bangun rumah singgah anak jalanan

Rumah singgah itu sebagai tempat mengakomodir dan mendidik anak jalanan di Jayawijaya khususnya di seputaran kota Wamena.
Aksi komunitas anak jalanan di Wamena saat mengikuti karnaval-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Dinas sosial Kabupaten Jayawijaya berencana membangun rumah singgah bagi anak jalanan  pada tahun pada 2019 mendatang. Rumah singgah itu sebagai tempat mengakomodir dan mendidik anak jalanan di Jayawijaya khususnya di seputaran kota Wamena.

“Diprogramkan pembangunan rumah singgah pada 2019, karena tahun ini dinas tidak ada program untuk penanganan anak-anak yang hidup di jalanan,” kata Kepala bidang rehabilitasi sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya, Indar Budyowahyanto, di ruang kerjanya, Rabu (7/2/2018).

Hingga kini masalah anak-anak yang mengadu hidup di jalanan di kota Wamena diakui belum bisa terselesaikan. “Sehingga, dinas sosial pun sedang mempersiapkan satu tempat yang layak bagi mereka,” kata  Indar, menambahkan.

Menurut dia, selama ini dinas sosial hanya sekedar menggelar penyuluhan terhadap anak jalanan  agar mereka tidak lagi menjalani hidup liar, tetapi bagaimana dapat kembali ke keluarganya dan juga bersekolah yang baik.

Dinas sosial Jayawijaya akan berkoordinasi dengan OPD lainya karena membangun rumah singgah diakui tidak mudah dan membutuhkan biaya besar, selain itu ia menjelaskan persoalan anak jalanan bukan hanya tanggungjawab dinas sosial, tetapi juga OPD lainya.

“Rumah singgah itu digunakan sebagai tempat membuat keterampilan anak jalanan, bagaimana kembali mendapatkan pendidikan yang layak, adanya penyuluhan kesehatan dan gizi yang baik,” katanya .

Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo, menyatakan DPRD sedang mewacanakan peraturan daerah khusus bagi anak-anak yang terkenda dampak sosial. Taufik tak ingin menyebut mereka dengan sebutan anak jalanan.

“Tetapi anak-anak yang terkena dampak sosial, sehingga harus menyelamatkan mereka agar ke depan  hidup lebih baik lagi,” kata Taufik.

Menurut dia Perda itu sebagai perlindungan baik di sektor kesehatan dan pendidikan yang layak. (*)

loading...

Sebelumnya

Setelah delapan tahun terhenti, pembangunan SMTK Philipus akhirnya selesai

Selanjutnya

SMAN 1 Wamena simulasi ujian berbasis komputer

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4733x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2774x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2672x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe