Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Jalanan utama telah kembali dibuka setelah kerusuhan
  • Selasa, 01 November 2016 — 14:08
  • 410x views

Jalanan utama telah kembali dibuka setelah kerusuhan

Aparat telah kembali membuka jalan-jalan utama di Kaledonia Baru setelah beberapa hari ditutup karena adanya aksi blokade oleh massa peserta unjukrasa.
Petugas kepolisian Kaledonia berjaga-jaga setelah kerusuhan meletus. –RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kaledonia Baru, Jubi – Aparat telah kembali membuka jalan-jalan utama di Kaledonia Baru setelah beberapa hari ditutup karena adanya aksi blokade oleh massa peserta unjukrasa. Upaya pembukaan kembali jalan itu dilakukan melalui sebuah negosiasi yang alot antara aparat dan penduduk St. Louis agar membuat situasi menjadi lebih tenang.

Operasi penormalan kembali situasi keamanan itu sempat diacuhkan oleh penduduk. Seorang pemuda malah mencuri salah satu truk yang sedang diparkir. Namun, kini truk tersebut telah dikembalikan.

Kerusuhan itu berlangsung karena sekelompok pemuda yang mempersenjatai diri dengan senjata ringan menyerang aparat kepolisian di wilayah St. Louis. Insiden itu mengakibatkan enam aparat kepolisian terluka.

Untuk mengantisipasi meluasnya kerusuhan, aparat kepolisian memblokade jalan dan terus mencoba bernegosiasi dengan kelompok pemuda bersenjata itu untuk mencari solusi.

Namun, negosiasi tidak berlangsung cepat. Kemarahan massa tidak terbendung karena dipicu oleh kasus ditembaknya seorang narapidana kabur dari markas polisi St Louis hingga menderita luka serius pada Sabtu (29/10/2016) pagi. Narapidana kabur tersebut tak lain adalah bagian dari kelompok pemuda bersenjata yang melakukan aksi pembalasan.

Namun, polisi membela diri dengan mengatakan bahwa narapidana tersebut kabur mengendarai kendaraan bermotor. Untuk mencegah aksinya, polisi terpaksa melepaskan tembakan kepada narapidana tersebut.

Pemblokadean jalan yang dilakukan polisi itu membentang antara wilayah Noumea dan Mont-Dore. Karena penutupan jalan tersebut, kurang lebih 10.000 penduduk terhambat mendapat pasokan makanan, obat-obatan dan bahan bakar.

Aksi pemblokadean jalan itu dibalas oleh pemuda dengan cara yang sama. Mereka memblokade jalanan dari Noumea kea rah bandara. Mereka juga membakar kendaraan dan melepaskan beberapa tembakan ke udara sebagai tanda mengancam.

Dalam kejadian itu, polisi belum menahan seorang pun dari kelompok pemuda bersenjata selain narapidana kabur yang merupakan bagian dari mereka. (*)

loading...

Sebelumnya

Islam berkembang pesat di Oseania

Selanjutnya

Gubernur Juffa tolak legalisasi prostitusi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6267x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5849x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4013x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe