Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. BBM dan beras di Kampung Alatep dihargai tinggi
  • Rabu, 07 Februari 2018 — 16:19
  • 568x views

BBM dan beras di Kampung Alatep dihargai tinggi

“Kondisi ini terjadi setiap tahun. Jadi, begitu sudah lewat satu pekan dan kami ke SPBU untuk mengisi BBM, jawaban petugas selalu habis,” katanya.
Jatah beras sejahtera (rastra) untuk masyarakat di kampung-kampung – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Harga bahan bakar minyak (BBM) dan beras cukup mahal di Kampung Alatep, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke. Untuk BBM jenis bensin, dijual pengecer Rp 20 ribu per liter. Sementara beras satu karung berat 15 kilogram, dijual Rp 175 ribu, dan per kilo dijual Rp 15 ribu.

Hal itu disampaikan Kepala Kampung Alatep, Jeina Maula Gebze, kepada Jubi, Rabu (07/02/2018). Menurutnya, khusus BBM, setiap bulan kapal mengangkut sekaligus membawa ke salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibukota Distrik Okaba. Hanya saja, seminggu kemudian, BBM tersebut langsung habis.

“Kondisi ini terjadi setiap tahun. Jadi, begitu sudah lewat satu pekan dan kami ke SPBU untuk mengisi BBM, jawaban petugas selalu habis,” katanya.

Jeina menduga ada penimbunan BBM yang dilakukan oknum tertentu. Karena begitu pedagang melihat adanya kelangkaan, mereka mulai menjual di kios-kios.

Untuk beras, kata dia, yang dijual adalah beras dari Bulog. Para pedagang menaikkan harga saat beras sejahtera (rastra) terlambat tiba di kampung-kampung.

“Saya berharap ada penertiban terhadap pedagang yang menjual BBM maupun beras dengan harga tinggi. Karena merugikan masyarakat kecil,” pintanya.

Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay, mengakui sering ada kenaikan beras maupun BBM di tingkat pedagang, ketika terjadi kelangkaan.

“Saya biasa menegur pedagang untuk tidak menjual beras dengan harga tinggi. Karena masyarakat juga kesulitan mendapatkan uang,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Di SD YPK Alatep, satu guru mengajar enam kelas

Selanjutnya

Tak ada tenaga medis di Kampung Alatep selama tiga tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe