Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ketua DPRP: Perpecahan internal lembaga berakhir
  • Rabu, 07 Februari 2018 — 18:11
  • 840x views

Ketua DPRP: Perpecahan internal lembaga berakhir

“Dalam sidang paripurna, berkas diserahkan ke KPU. Kamis (08/02/2018), kami akan melakukan pertemuan dengan KPU, Bawaslu, pihak eksekutif, MRP dan kepolisian,” ujarnya.
Ketua DPR Papua, Yunus Wonda – Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, kini tak ada lagi perpecahan internal dalam lembaga dewan, terkait panitia khusus pemilihan gubernur (pansus pilgub) DPR Papua (DPRP).

Ia mengatakan, pro-kontra terkait pansus pilgub tak hanya terjadi di luar DPRP, juga dalam lembaga dewan. Namun usai rapat bersama pansus, Rabu (07/02/2018), semua hal yang menjadi perdebatan telah diselesaikan.

“Hari ini sudah beres dengan surat dari KPU RI, suratnya sudah ada bahwa tahapan dilaksanakan DPRP bersama KPU. Kalau melihat surat KPU RI, 06 Februari 2018, memang berkas diminta dikirim lengkap ke DPRP dari KPU,” kata Wonda usai memimpin rapat bersama pansus pilgub DPRP.

Menurutnya, berkas verifikasi keaslian orang Papua bakal pasangan calon nantinya diserahkan ke Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk diverifikasi, kemudian lembaga kultur itu mengembalikan ke DPRP untuk diparipurnakan.

“Dalam sidang paripurna, berkas diserahkan ke KPU. Kamis (08/02/2018), kami akan melakukan pertemuan dengan KPU, Bawaslu, pihak eksekutif, MRP dan kepolisian,” ujarnya.

Katanya, DPRP akan melihat tahapan verifikasi apa yang sudah dilakukan KPU Papua. Jika lembaga penyelenggara sudah memverifikasi, DPRP hanya akan memeriksa kembali secara bersama.

“Setelah itu diserahkan ke MRP. Nantinya pemaparan visi-misi bakal calon dilakukan di DPRP. Namun pasti ada perubahan tanggal penetapan bakal pasangan calon menjadi calon. Tidak mungkin dapat dilaksanakan 12 Februari 2018,” ucapnya.

Dikatakan, dalam surat KPU RI, pergeseran tanggal penetapan bakal pasangan calon tidak menjadi masalah, yang penting pelaksanaan pemungutan suara tidak tertunda, tetap dilaksanakan 27 Juni 2018.

“Pro-kontra dalam dewan sudah selesai, dan saya sudah sampaikan kepada teman-teman PDIP dan Gerindra tidak boleh menarik diri dari pansus. Perbedaan pendapat itu sudah biasa dalam lembaga dewan. Intinya satu, bersama mendorong agenda pilgub selesai,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRP pastikan tak ada upaya menjegal kandidat tertentu

Selanjutnya

PDIP Papua: Kami tak bisa jamin soal penarikan kader

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 6673x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6298x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5893x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe