Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pemda terlambat kirim uang, mahasiswa Papua di Yogya jadi tukang parkir
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 11:18
  • 873x views

Pemda terlambat kirim uang, mahasiswa Papua di Yogya jadi tukang parkir

Selain biaya hidup yang dijanjikan, 24 mahasiswa ini akan menyelesaikan studinya tepat pada tanggal 24 Januari 2018. Tetapi rencana tersebut mungkin tidak terealisasi sebab biaya tesis juga belum dilunasi oleh Pemprov Papua.
Sebanyak 24 mahasiswa hasil kerja sama Pemerintah provinsi Papua dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta - Jubi/dokumen pribadi 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Sebanyak 24 mahasiswa Papua di Yogyakarta hingga kini belum menerima biaya hidup yang dijanjikan pemerintah daerah melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua. Untuk menutupi biaya hidup disana, sebagian dari mereka terpaksa bekerja sebagai tukang parkir atau menjadi buruh bangunan.

Ke-24 mahasiswa ini dikirim ke Yogyakarta, hasil kerja sama Pemprov Papua dengan Universitas Gajah Mada (UGM).

Yorgen Wally, salah seorang mahasiswa yang juga Ketua Angkatan 56/II Papua, mengatakan dirinya sangat kesal dengan Pemprov Papua, khusus kepada BPSDM, yang tidak menepati janji seperti pada awal pengiriman ke Yogya.

"Tanggal 31 Maret 2016, kami berangkat dari Jayapura ke Yogya. Saat itu Pemprov Papua memberikan jaminan semua biaya studi dan biaya hidup di Yogya ditanggung pemprov. Tetapi setelah kami tiba di Yogya, biaya pendidikan memang tidak bermasalah. Hanya saja, biaya hidup yang dijanjikan kepada kami untuk digunakan setiap hari, mulai dari biaya pemondokan, transportasi, konsumsi, dan lain sebagainya, belum juga tiba di tangan kami. Tentu hal ini membuat kami kebingungan untuk meneruskan studi di sini," jelas Yorgen, melalui pesan singkat dan rekaman suara yang dikirim melalui WhatsApp, kepada Jubi di Sentani, Kamis (08/02/2018).

Selain biaya hidup yang dijanjikan, 24 mahasiswa ini akan menyelesaikan studinya tepat pada tanggal 24 Januari 2018. Tetapi rencana tersebut mungkin tidak terealisasi sebab biaya tesis juga belum dilunasi oleh Pemprov Papua.

"Untuk biaya tersis, pada semester III seharusnya sudah dibayar karena proses ini berlangsung sejak tanggal 4 Agustus hingga 10 Desember 2017. Biaya tesis yang dibebankan adalah Rp 15 juta per mahasiswa. Selebihnya kami akan kuliah hingga selesai dan wisuda tanggal 24 Januari 2018. Jika hal ini tidak diperhatikan, sangat berdampak kepada kehidupan kami di kota ini. Lebih parahnya lagi, biaya pemondokan akan menjadi tanggung jawab kami secara pribadi karena telah melewati masa kontrak. Oleh sebab itu, kami sangat berharap agar Pemerintah provinsi Papua dapat memperhatikan hal ini dengan serius sesuai dengan janji yang telah disampaikan di Jayapura dua tahun lalu sebelum kami berangkat ke Yogya," tukasnya.

Hal senada juga disampaikan mahasiswa lain, Yohana M Pulalo. Menurutnya, apa yang disampaikan Pemprov Papua sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubenur Papua yaitu Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera, jangan hanya slogan saja tetapi harus diwujudkan.

"Awal kami ke Yogya, pemerintah dengan sungguh-sungguh mengatakan bahwa kalian tidak perlu memikirkan semua biaya yang akan digunakan dalam masa studi. Harapan masyarakat Papua ada di tangan kalian yang mengikuti kelas kerja sama ini guna mewujudkan visi dan misi Pemerintah provinsi Papua. Tetapi apa yang kita dapatkan saat ini, janji tinggal janji tanpa ada realisasi kepada kami 24 mahasiswa Papua," ungkapnya.

Berikut nama 24 mahasiswa yang dikirim ke Universitas Gajah Mada (UGM) untuk kelas kerja sama dari Papua: 1. Andronikus Samori  2. Bambang Rianto 3. Diana P Swabra  4. Elok Pinaringsi  5. Fiktor Rumaseb  6. Herens M Kandop  7. Irma Pania  8. Irmawan  9. Jeheskiel E Jambiway  10. Lisbeth Rumbewas   11. Martha Waisamon  12. Nelson S Dudung  13. Rudi Fonataba  14. Perdani Citra  15. Samuel Djitmau  16. Tri Kusuma  17. Tongin Sinaga  18. Utty Wambaibabo 19. Wasti S Wai  20. Willyams W Waimbo  21. Yohana M Pulalo  22. Penihas Waroy  23. Martinus FB Ayemi  24. Yorgen Wally. (*)

loading...

Sebelumnya

Himpunan Mahasiswa Lanny Jaya: Dinas Pendidikan jangan hanya janji saja

Selanjutnya

Rumah singgah tempat ODHA mengadu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2942x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2624x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1531x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1323x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe