Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dua negara Pasifik ini belum sepenuhnya “bebas”
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 11:35
  • 725x views

Dua negara Pasifik ini belum sepenuhnya “bebas”

Fiji memiliki prestasi sangat buruk dalam peringkat kebebasan global ditinjau dari berapa faktor, termasuk pembatasan terhadap aktivitas oposisi, campur tangan politik dalam pengadilan dan kebrutalan militer dan polisi.
Pengunjuk rasa memberikan dukungan terhadap pekerja bandara di Fiji. Pemerintah Fiji baru saja mulai memberikan ijin untuk demonstrasi rakyatnya - ABC/Joe Yaya
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

New York, Jubi - Secara umum hampir semua negara di kawasan Pasifik dapat dinyatakan “bebas”, namun ada dua pengecualian: Fiji dan Papua Nugini.

Pernyataan ini sesuai dengan peringkat Global Freedom terbaru, dikeluarkan oleh LSM Freedom House di Amerika Serikat.

Freedom House memberikan skor 100 untuk setiap negara. Beberapa negara di Kepulauan Pasifik seperti Kiribati, Kepulauan Marshall dan Palau cenderung menerima nilai yang sangat tinggi, mencapai 90-an.

Di Pasifik hanya beberapa negara mendapat skor kurang dari 70, yang merupakan batasan minimum dimana negara dengan skor lebih rendah dari itu dianggap tidak sepenuhnya “bebas”. PNG mendapat skor 63 dan Fiji hanya 59 sebagai dua negara dengan kinerja terburuk di Pasifik.

Sarah Repucci, Direktur Utama publikasi global Freedom House, mengatakan bahwa peringkat “bebas” untuk negara-negara Pasifik lainnya mungkin lebih tinggi karena mereka lebih kecil.

“Negara-negara kecil mendapatkan peringkat yang lebih baik dari survei kami,” tutur Repucci.

“Menurut saya ini sebagian disebabkan karena mereka lebih homogen, jadi mereka menghadapi sedikit tantangan internal yang dapat memicu represi pemerintah seperti di banyak negara lainnya.

“Dalam beberapa kasus, hubungan yang sangat dekat dengan Amerika Serikat atau Australia terkadang juga membantu meredakan ketegangan internal di beberapa negara ini.”

Jadi mengapa Fiji memiliki prestasi sangat buruk dalam peringkat kebebasan global ini?

Repucci mengatakan ada beberapa faktor, termasuk pembatasan terhadap aktivitas oposisi, campur tangan politik dalam pengadilan dan kebrutalan militer dan polisi.

“Tampaknya iklim yang berada di Fiji melumpuhkan perdebatan; rakyat tidak bebas berbicara mengenai semua masalah dan pemerintah terus mengendalikan aktivitas politik,” tambahnya.

Negara Pasifik lainnya yang diberi label “tidak sepenuhnya bebas" adalah Papua Nugini.

Freedom House mengatakan (terkait PNG) beberapa kekhawatiran utama terkait korupsi dan penyelenggaraan pemilihan umum yang kontroversial tahun lalu. (Australian Broadcasting Corporation)

loading...

Sebelumnya

Kajian Buku: Kudeta, globalisasi dan perombakan struktur ‘demokrasi’ Fiji

Selanjutnya

Setelah Indonesia, Komisaris Tinggi HAM PBB kunjungi PNG dan Fiji

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe