Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 13:22
  • 989x views

Gali potensi daerah, jangan hanya migrasi ke Kota

 "Itu karena orang Papua tidak memanfaatkan potensi alam yang ada. Kebanyakan berpikir hanya menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara)," ujar Herlina.
Kerajinan tangan hasil karya penduduk di Kabupaten Jayapura, merupakan potensi yang harus dikembangkan guna menumbuhkan ekonomi keluarga - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edho Sinaga

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Herlina Neatrix Monim mengatakan, pola pikir masyarakat Papua harus diubah terkait penilaian terhadap dana Otonomi Khusus (Otsus), yang disinyalir berada di Provinsi. Hal ini berdampak pada migrasi secara besar-besaran dari masyarakat untuk merantau ke kota, guna mendapatkan dana Otsus tersebut.

"Pembagiannya sudah jelas. 80 persen dana Otsus dialokasikan ke Kabupaten/Kota sedangkan di Provinsi hanya 20 persen. Jadi anggaran dana Otsus tersebut sebenarnya ada di Kabupaten/Kota," katanya kepada Jubi, Rabu (07/02/2018) di Jayapura.

Herlina meminta para pemangku kebijakan seperti Bupati dan Wali Kota menjelaskan kepada masyarakat, besaran dana tersebut yang disalurkan, dan diperuntukkan bagi apa saja, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya.

"Banyak masyarakat bilang tidak merasakan dana Otsus. Ini kesalahan siapa? Yang mau diluruskan disini adalah besaran dana Otsus yang diperuntukkan kepada Kabupaten/Kota, juga harus disampaikan oleh Bupati dan Wali Kota, sehingga tidak timbul pertanyaan. Kewenangan ada di mereka (Bupati dan Wali Kota) seharusnya memberikan penjelasan," ujarnya.

Dikatakan, orang Papua harus menjadi tuan diatas negerinya sendiri. Bagaimana caranya? Gali potensi diri yang ada dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Papua.

"Jangan kita ramai-ramai ke kota mencari pekerjaan terus tinggalkan orang luar yang tempati desa kita. Ketika orang luar itu berhasil di kampung kita, kita malah bilang mereka yang menikmati dana Otsus. Padahal orang luar itu dengan ulet bekerja dan mengatakan Pemerintah tidak perhatikan orang Papua," katanya.

Dirinya mencontohkan di Kabupaten Sarmi, kenapa masyarakat luar bisa melaut dan mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak seperti udang yang jika dipasarkan di Kota Jayapura mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

 "Itu karena orang Papua tidak memanfaatkan potensi alam yang ada. Kebanyakan berpikir hanya menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara)," ujarnya.

Anggota komisi II DPR Papua, John Gobay pun berpendapat serupa. Dirinya menyayangkan masyarakat yang selama ini bermukim di kampung dan memiliki bakat serta talenta yang memadai, namun tidak bisa memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Papua. 

"Sangat disayangkan memang. Tapi ini juga menjadi tugas besar Pemerintah untuk melakukan pemahaman dan edukasi terhadap masyarakat. Mungkin masyarakat tidak memiliki modal yang cukup sehingga kalah bersaing dengan teman-teman kita yang datang dari luar Papua," katanya.

Untuk itu dirinya berharap, Pemerintah provinsi maupun Kabupaten/Kota harus lebih serius memberikan pelatihan yang mengarah kemandirian dalam ekonomi.

"Ini yang mungkin belum terlihat," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPR Papua: Dana otsus harus diawasi semua pihak

Selanjutnya

Bisnis perhotelan tak ingin hanya mengejar PON

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5658x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2820x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2705x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe