Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Papua harus penuh damai hadapi Pilkada
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 14:20
  • 900x views

Papua harus penuh damai hadapi Pilkada

“Dari 11 Kabupaten/Kota ada 5 yang berjalan dengan baik dan ada pula yang melakukan pemungutan suara ulang, serta ada yang telah diselesaikan hingga ke Mahkamah Konsitusi. Saya tidak pungkiri dalam pemilihan kemarin yang menjadi perhatian dan evaluasi adalah anggota kami yang terlibat dalam politk, yaitu di Kabupaten Tolikara,” Ujar Boy.
Ketua KPU, Kapolda Papua dan perwakilan Bawaslu, serta Rektor Uncen saat penandatanganan deklarasi pilkada penuh damai - Jubi/ David Sobolim.
David Sobolim
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Universitas Cenderawasih bekerja sama dengan Cenderawasih Center melaksanakan seminar pendidikan politik dan deklarasi Pilkada Papua Penuh Damai (PAPEDA)  di auditorium Uncen, Abepura, Kamis (08/02/2018).

Seminar dan deklarasi ini dihadiri oleh sejumlah pihak, mulai dari KPU dan Bawaslu Papua, hingga pihak kepolisian serta civitas akademika di Universitas Cendrawasih, untuk menunjukkan ke publik, bahwa Papua bisa menjaga kedamaian dalam Pilkada, kendati dari berbagai hasil penelitian disampaikan bahwa Papua merupakan satu dari tiga daerah rawan dalam pilkada serentak 2018, setelah Kalimantan Barat dan Maluku.  

Ketua KPU Papua Adam Arisoy mengatakan, untuk pemilihan kepala daerah tahun 2018 ini pihaknya siap untuk melaksanakan serta mensukseskan agenda nasional tersebut. Menurutnya, butuh kerjasama semua pihak, agar pilkada serentak di Papua, bisa berjalan baik, damai, dan aman. Karena hal ini merupakan wujud demokrasi di tanah Papua.

Dalam kesempatan itu, Adam juga mengatakan, KPU hanya sebagai representasi lembaga yang menyiapkan sarana Pemilu, tetapi yang punya hak adalah masyarakat. Oleh karena itu, KPU sangat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk bisa memilih figur yang tepat dan bisa membawa pembangunan lebih baik lagi  di seluruh daerah di Papua.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pada tahun 2017, pemilihan kepala daerah terdapat di 11 daerah di Papua. Untuk itu di tahun 2018 ini, pelayanan pengamanan yang akan dilakukan akan semakin ditingkatkan, sebagai wujud profesionalitas Polri dalam mengawal  agenda nasional nasional tersebut.

“Dari 11 Kabupaten/Kota ada 5 yang berjalan dengan baik dan ada pula yang melakukan pemungutan suara ulang, serta ada yang telah diselesaikan hingga ke Mahkamah Konsitusi. Saya tidak pungkiri dalam pemilihan kemarin yang menjadi perhatian dan evaluasi adalah anggota kami yang terlibat dalam politk, yaitu di Kabupaten Tolikara,” Ujar Boy.

Sementara itu, Kasdam XVII/ Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa juga ikut memaparkan bagaimana keterlibatan TNI dalam memberikan pemahaman terkait pilkada langsung kepada masyarakat.

“Mulai dari Puncak Jaya waktu itu. Akibat kurang memahaminya masyarakat terhadap pemilihan bebas dan langsung,  dan akibat dari ketidaksiapan mental setiap pasangan calon dalam kemenangan atau kekalahan Pilkada, mengakibatkan banyak masyarakat terhasut dan terjadi perang hingga mengakibatkan korban jiwa dan meninggal sia-sia,” ujarnya.

Diakhir diskusi, Ketua  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen,  Paskalis Boma  membacakan deklarasi Pilkada Papua Penuh Damai (PAPEDA) dengan 10 poin, yakni :

1.    Hentikan kampanye hitam;

2.    Hentikan kampanye rasisme yang seharusnya adalah kampanyekan program kerja,

3.    Hentikan penyalahgunaan media masa yang menyerang satu kandidat dengan  kandidat lain,

4.    Hentikan isu-isu (hoaks) yang dapat merugikan kandidat satu dengan kandidat  lain,

5.    Hentikan politik uang selama pemilihan berlangsung, biarkan rakyat memilih sesuai dengan hati nuraninya,

6.    Hentikan konflik berkepanjangan akibat pemilihan kepala daerah,

7.    Hentikan kekerasan (pembunuhan,merampok,pemerkosaan) akibat pemilihan umum kepala daerah,

8.    Hentikan golput,

9.    Hak politik jangan dikebiri,

10.  Dan ingat, ditanggal 27 Juni 2018 datang ke Tempat Pemunggutan Suara untuk memberikan hak suara. (*)

loading...

Sebelumnya

PDIP Papua: Kami tak bisa jamin soal penarikan kader

Selanjutnya

KPU Papua minta tahapan Pilkada tak diganggu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 6681x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6300x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5894x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe