Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Manokwari, kota buah yang tak miliki pasar buah
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 16:33
  • 955x views

Manokwari, kota buah yang tak miliki pasar buah

Meski atribut sebagai kota buah sudah disematkan dan hampir setiap tahun Manokwari ‘banjir’ buah lokal seperti durian, rambutan, dan langsat, namun hingga kini belum ada rencana Pemerintah kabupaten (Pemkab) Manokwari membangun pasar buah untuk mengakomodir para pedagang yang biasa berjualan di emperan toko saat musim buah tiba.
Pedagang buah lokal di Manokwari, yang menjajakan dagangannya di emperan toko – Jubi/Hans Arnold
Admin Jubi
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jubi, Manokwari – Meski atribut sebagai kota buah sudah disematkan dan hampir setiap tahun Manokwari ‘banjir’ buah lokal seperti durian, rambutan, dan langsat, namun hingga kini belum ada rencana Pemerintah kabupaten (Pemkab) Manokwari membangun pasar buah untuk mengakomodir para pedagang yang biasa berjualan di emperan toko saat musim buah tiba.

Kepala Bidang perdagangan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Manokwari, Frengky Saiba, saat ditemui Jubi di Manokwari, Kamis (08/02/2018), mengatakan hingga kini Pemkab Manokwari belum ada rencana pembangunan pasar khusus buah. 

"Kami dari dinas belum punya rencana ke sana. Tapi jika memang dibutuhkan, ke depan akan diusulkan," ungkapnya. 

Dia mengaku selama ini bidang perdagangan Disperindagkop dan UKM Manokwari hanya melakukan inspeksi dadakan (sidak) rutin jelang hari-hari besar keagamaan maupun melakukan uji tera (uji timbangan) di dua pasar rakyat di Manokwari. 

"Kami disini hanya rutin lakukan sidak tiap tahun jelang hari besar keagamaan seperti Lebaran dan Natal-tahun baru. Juga melakukan uji tera di pasar Sanggeng dan pasar Wosi. Jadi untuk pasar buah belum direncanakan", tuturnya. 

Lauresius (36), seorang pedagang buah di Manokwari, mengaku dirinya dan para pedagang buah lainnya sering kewalahan masalah tempat. Pasalnya, musim buah saat ini, Manokwari ‘kebanjiran’ buah-buahan lokal seperti durian, rambutan, dan langsat. Tapi para pedagang terpaksa berjualan di emperan toko dan pinggiran jalan protokol. 

"Kami susah dapat tempat jualan. Tidak mungkin kami jualan di dalam pasar Sanggeng dan Wosi yang sudah dikapling oleh pedagang sayur dan pakaian. Pasti kami akan ribut," ucapnya. 

Dia mengaku selama ini hanya bisa berjualan di emperan toko serta di trotoar dan bahu jalan protokol. Namun itupun dinilainya tidak efektif. Selain menciptakan sampah, berjualan di pinggir jalan membuat kemacetan lalu lintas di sekitarnya.  

"Pemerintah harus bangun satu pasar khusus buah-buahan. Percuma Manokwari disebut kota buah tapi tidak ada pasar buah. Dimana perhatian pemerintah untuk kami," ucapnya bernada menghujat kepedulian pemerintah. 

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, yang coba dikonfirmasi Jubi melalui pesan singkat, belum memberikan jawaban. Hingga berita ini dirilis, belum ada jawaban dari bupati. (*)

loading...

Sebelumnya

Perayaan 5 Februari di Mansinam mulai bergeser

Selanjutnya

GSBI gandeng Disnakertrans Papua Barat awasi penerapan upah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe