Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Penghuni panti lansia: Toilet dan bak air kami masih rusak
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 18:28
  • 298x views

Penghuni panti lansia: Toilet dan bak air kami masih rusak

“Di dalam itu ada yang belum diperbaiki. Seperti bak air, WC, dan kamar mandi masih rusak. Pintu juga susah ditutup. Keras sekali, jadi kami pake grendel saja kalau mau tutup,” tutur Asna Tohee, yang sudah hampir 20 tahun tinggal di Panti Bina Lansia Pos 7 Sentani.
Beberapa wisma di panti lansia yang sudah digunakan - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Meski sudah direnovasi oleh Dinas Sosial provinsi Papua pada akhir tahun lalu dan sudah ditempati kembai, ternyata belum semua fasilitas di Panti Bina Lanjut Usia (Lansia) di Pos 7 Sentani, bisa digunakan maksimal oleh para penghuninya. Masih ada kekurangan disana-sini. Meski kekurangan itu terkesan sepele, bagi para penghuni panti yang sudah lanjut usia, ternyata cukup mengganggu kenyamanan mereka.

Dari pantauan Jubi di panti untuk para lansia yang terletak di Jalan Pos 7, kampung Sereh, distrik Sentani, kabupaten Jayapura, pekan lalu, terlihat beberapa nene-nene penghuni panti sedang duduk di depan wisma. Beberapa diantaranya ada yang sedang bersih-bersih halaman dan gedung-gedung yang baru direnovasi. Gedung baru ini sudah mulai ditempati.

“Wisma ini sudah diperbaiki dari bulan November. Tapi bulan Desember mereka istirahat. Tidak tahu kapan mereka lanjut kerja lagi,” kata Asna Tohee, seorang penghuni Panti Bina Lansia, saat disambangi Jubi.

Asna yang sudah tinggal di panti ini hampir 20 tahun mengatakan beberapa wisma ada yang direnovasi tapi ada juga yang dibangun ulang. Namun di bagian dalam wisma ada yang belum dikerjakan.

“Di dalam itu ada yang belum diperbaiki. Seperti bak air, WC, dan kamar mandi masih rusak. Pintu juga susah ditutup. Keras sekali, jadi kami pake grendel saja kalau mau tutup,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan panti ini berada tepat dibawah kaki gunung Cycloop. Jika terjadi hujan besar, panti ini sering banjir.

“Parit di panti ini juga belum diperbaiki. Kalau banjir, air mau lewat bagaimana, parit saja rusak begitu,” ujar Tohee.

Penghuni lain, Dorry Suebu, mengatakan di panti ini sudah mulai ditertibkan.

“Kita yang nene-nene dapat tiga wisma. Dua wisma itu tete-tete dorang yang isi, jadi tidak campur,” kata Dorry.

Ia juga menjelaskan setiap wisma memiliki enam sampai tujuh kamar tidur.

“Di nene pu kamar ini kami isi enam orang karena ada enam kamar. Di beberapa wisma ada tujuh kamar tapi ada yang masih kosong karena tahun kemarin itu ada tete dan nene yang dipanggil Tuhan,” ucap Suebu.

Dorry juga menyinggung soal pagar keliling yang sebagian sudah rusak karena merupakan bangunan lama.

“Di bagian belakang ada pagar yang sudah roboh. Orang-orang lewat situ untuk keluar masuk,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Yoweni dikukuhkan memimpin KAPP

Selanjutnya

KAPP jalin kerja sama dengan pemerintah Inggris

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4725x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2771x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2669x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe