Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Imakulata Emakeparo tertembak, kualitas personel kepolisian dipertanyakan
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 19:19
  • 1085x views

Imakulata Emakeparo tertembak, kualitas personel kepolisian dipertanyakan

“Saya prihatin dengan situasi yang dihadapi masyarakat saya di Mimika. Saya mempertanyakan kualitas polisi sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat,” kata legislator Papua perwakilan Mimika itu, Kamis (08/02/2018).
Ilustrasi – Tempo.co
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota komisi I DPR Papua bidang hukum, HAM dan keamanan, Wilhelmus Pigai mempertanyakan kualitas personel kepolisian, pasca-meninggalnya Mama Imakulata Emakeparo (55), warga Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua yang diduga terkena peluru oknum anggota Brimob, Minggu (04/02/2018).

“Saya prihatin dengan situasi yang dihadapi masyarakat saya di Mimika. Saya mempertanyakan kualitas polisi sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat,” kata legislator Papua perwakilan Mimika itu, Kamis (08/02/2018).

Ia meminta Polda Papua menginvestigasi insiden penembakan di Pelabuhan Cargodokck Portsite Amamapare milik PT Freeport Indonesia di Distrik Mimika Timur Jauh itu.

“Apakah sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) kepolisian atau tidak. Kalau sudah sesuai SOP, mungkin dapat diterima, tapi kalau tidak ini kategori pelanggaran HAM,” ujarnya.

Menurutnya, hasil investigasi harus disampaikan kepada publik, sehingga masyarakat mendapat kepastian proses hukum yang akan dilakukan terhadap terduga pelaku.

“Kepolisian sebagai aparat keamanan, mestinya melindungi masyarakat. Sebelum mengeluarkan tembakan, ada tahapan-tahapan yang terlebih dahulu harus dilakukan,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi AM Kamal mengatakan, pihaknya melakukan uji balistik, untuk mendapat kepastian apakah peluru yang mengenai kepala korban, benar berasal dari senjata api yang digunakan anggota Brimob atau tidak.

“Kapolda Papua sangat serius untuk mengungkap kasus ini. Kapolda memerintahkan Irwasda bersama tim melakukan investigasi, agar masalah ini bisa jelas,” kata Kombes Polisi AM Kamal.

Menurutnya, investigasi kasus penembakan ini melibatkan tim gabungan Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua, Propam Polda Papua, dan Polres Mimika.

“Ini semua masih dalam pendalaman oleh tim. Saat kejadian terdapat enam personel di lokasi kejadian. Empat anggota Brimob dan dua petugas pengamanan internal PT Freeport,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU Papua minta tahapan Pilkada tak diganggu

Selanjutnya

Dana subsidi penerbangan Rp 40 miliar dipertanyakan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32882x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8927x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6437x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5760x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe