Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Rumah singgah tempat ODHA mengadu
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 19:36
  • 611x views

Rumah singgah tempat ODHA mengadu

“Jadi tujuannya agar lebih mendekatkan pada pelayanan pasien,” katanya.
Rumah Tegar (Terang dan Garam) di Puskesmas Bumi Wonerejo, Nabire – Jubi/ Titus Ruban.
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi - Nabire memiliki rumah singgah untuk pengidap HIV/AIDS. Para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) bisa saling bersilaturahmi sambil menunggu antrean berobat atau menunggu jemputan.

Namanya Rumah Tegar, singkatan dari “Terang dan Garam”. Ini satu-satunya rumah singgah bagi pengidap HIV/AIDS di Nabire.

Rumah yang didirikan kepala Puskesmas Bumi Wonerejo ini memiliki peran penting dalam menangani ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dan menjadi model penanganan HIV/AIDS di Nabire yang merupakan angka ODHA tertinggi di Papua.

Kepala Puskesmas Bumi Wonerejo dr. Pingky Pancawardani menuturkan, pendirian Rumah Tegar dilatarbelakangi tidak setiap pasien yang datang ke Puskesmas Bumi Wonerejo berasal dari wilayah tugas puskesmas.

“Bila mereka (penderita HIV) datang hendak berobat dan menunggu antrean atau hendak pulang ke rumah dan belum ada jemputannya, maka mereka bisa saling bersilaturahmi dengan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) di sana,” tuturnya kepada Jubi, Sabtu (03/02/2018).

Di sana para ODHA bisa sekedar melepas lelah atau manambah informasi tentang penanganan penyakit yang dideritanya. Namun rumah singgah ini belum bisa menerima pasien yang ingin menginap karena masih memiliki keterbatasan.

Tegar didirikan 2011 di bangunan bekas rumah yang ditempati petugas puskesmas.

“Jadi tujuannya agar lebih mendekatkan pada pelayanan pasien,” katanya.

Rumah singgah ini dikelola puskesmas bekerja sama dengan KPAD, Yayasan Primari (yayasan yang bergerak di bidang penanggulangan HIV), dan peserta KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) yang beranggota para pengidap HIV.

“Untuk pembiayaannya kami patungan dan didukung Dinas Kesehatan Nabire,” ujarnya.

Pingky mengatakan, jumlah pasien yang datang cukup banyak meski ia mengaku lupa angkanya. Banyaknya pasien yang berkunjung karena setiap ODHA akan selalu dirujuk ke rumah singgah untuk bertemu KDS.

“Entah itu yang baru ketahuan terinfeksi atau yang berkelanjutan mengkonsumsi ARV,” katanya.

Cara pelayanan rumah singgah, mereka akan mengkaji teman-teman dari sisi bagian yang dianggap belum tergali oleh perawat. Karena biasanya waktu perawat terbatas. Kajian terkait kehidupan sehari-hari atau bagaimana dengan obat yang diminum. Adakah efek tidak nyamannya atau cara meminumnya.

“Jadi dinilai ulang, serta ketepatan waktu, dari situ hasil kajian akan dikonseling oleh KDS sendiri atau mereka akan meminta bantuan kepada petugas puskesmas,” ujarnya.

Misalnya ada dari KDS melaporkan ada temannya yang tidak datang mengambil obat atau ada yang tidak dapat kembali hingga lewat dari dua atau tiga bulan, maka biasanya teman-teman KDS dan petugas akan mencarinya.

Jumriana, petugas puskesmas yang pos di Rumah Tegar mengisahkan suka-duka melayani ODHA.

“Sukanya, ya pasien HIV itu unik, sebab ada berbagai macam pasien, mulai dari yang tidak bisa melakukan apa-apa namun setelah minum ARV maka bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Ada juga pasien yang mengkonsumsi ramuan tradisional. Sehingga petugas harus betul-betul mampu menjelaskan kepada mereka agar mengerti.

“Tapi saya dan teman-teman petugas senang, sebab sejak pertama melihat pasien ketika mereka tidak berdaya, diiberikan ARC dan konseling, lalu mereka bisa beraktivitas dengan normal, jadi semangat mereka minum AVR menjadi motivasi kami untuk membantu mereka, kami sangat prihatin pada mereka,” tuturnya.

Jumriana mengatakan, pasien yang datang berobat dan singgah di Rumah Tegar dalam sehari bisa 10 orang. Selain pasien lama, ada juga pasien baru.

Sedangkan tantangan melayani ODHA, katanya, adalah kebanyakan pasiennya bukan mereka yang berdomisili di Nabire, tetapi dari luar Kabupaten Nabire dan jumlahnya sangat banyak.

“Jadi kalau sudah lama pasiennya tidak datang ambil obat, maka kami harus cari dia ke alamatnya dan biasanya ada yang kami dapat, tetapi ada juga yang tidak,” kisahnya.

Bermacam latar belakang pasien HIV terdeteksi di puskesmas. Ada yang datang karena keluhan TBC dan ada juga karena diare. Sedangkan penyebab mereka terinfeksi umumnya karena seks bebas.

Adon, bukan nama sebenarnya, seorang ODHA yang ditemukan di Rumah Tegar bercerita dirinya terinfeksi sejak 2015.

“Saya tidak tahu penyakit ini dan sering ganti pacar, saya tidak tahu pacar saya saat itu terinfeksi atau tidak, tapi akhirnya saya kena juga,” ujarnya

Ia mengetahui terinfeksi saat memeriksa kesehatan ke puskesmas. Di Puskesmas setiap orang yang datang berobat wajib tes HIV. Lalu petugas menyampaikan ia positif.

“Saya pun tidak terima awalnya dan saya syok waktu itu, lalu saya bergabung dengan KDS,” kisahnya

Cara menghadapi penyakit ini, menurutnya harus banyak bersabar dan rajin meminum ARV, serta banyak berdoa.

“Sekarang saya sudah sadar akan bahayanya, kini saya pasrah pada Tuhan, sebab saya sudah salah melangkah, maka intinya saya sudah bergabung dengan Rumah Tegar maka saya harus melaksanakan apa yang dinasihati perawat,” ujarnya.

Dia sangat bersyukur adanya rumah singgah, karena di sinilah ia dan teman-temannya merasa nyaman.

“Kalau tidak ada layanan ini, tidak tahu kami sudah jadi apa, saya sangat berterima kasih, sebab ini satu-satunya layanan di Nabire, petugas sangat ramah dan mau membantu kami,” katanya.

Ia berharap setiap orang mengambil peran sekecil apapun untuk bisa menjadi bagian dari upaya penyelamatan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemda terlambat kirim uang, mahasiswa Papua di Yogya jadi tukang parkir

Selanjutnya

Seribu OAP diberi beasiswa kuliah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5658x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2820x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2705x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe