Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Tiga jembatan gantung akan dibangun di Asmat
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 21:54
  • 916x views

Tiga jembatan gantung akan dibangun di Asmat

"Di sana ada jembatan tapi terbuat dari kayu dan sebagian besar sudah terputus. Ada tiga titik jembatan gantung yang akan kita bangun segera sehingga masyarakat tidak terisolasi," kata Arie.
Ilustrasi masyarakat Asmat - Jubi/Dok.
ANTARA
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi – Kabupaten Asmat Provinsi Papua tidak lama lagi memiliki jembatan gantung baru. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera membangunnya di tiga titik untuk membuka akses konektivitas antar distrik di wilayah itu.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, dalam pertemuan dengan media di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (08/02/2018)  memaparkan persoalan infrastruktur, yakni akses jalan dan konektivitas yang menjadi kendala di Kabupaten Asmat.

"Di sana ada jembatan tapi terbuat dari kayu dan sebagian besar sudah terputus. Ada tiga titik jembatan gantung yang akan kita bangun segera sehingga masyarakat tidak terisolasi," kata Arie.

Salah satu jembatan gantung yang akan dibangun Kementerian PUPR sepanjang 72 meter. Berdasarkan peta rencana Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, lokasi rencana jembatan gantung ini menghubungkan Kampung Hainam dan Kampung Kamur yang berada di Distrik Pantai Kasuari. Selain itu, lokasi rencana jembatan gantung lainnya menghubungkan Kampung Suagai dan Kampung Yerfum di Distrik Der Koumur.

Arie menjelaskan, sulitnya akses menuju prasarana umum, seperti Puskesmas, Rumah Sakit dan Posyandu menyebabkan masyarakat enggan untuk berobat jika mengalami gejala penyakit. Kendala akses jalan menjadi salah satu penyebab banyak warga yang meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk beberapa waktu lalu.

Untuk mengatasi hal itu, lintas Kementrian termasuk Kementerian PUPR membentuk tim gabungan dalam pembenahan infrastruktur di Kabupaten Asmat sebagai upaya menanggapi kondisi luar biasa (KLB) yang menyebabkan 72 orang meninggal dunia akibat gizi buruk dan campak.

Tim gabungan yang terdiri atas Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Sumber Daya Air dan Ditjen Penyediaan Perumahan telah meninjau kondisi masyarakat dan infrastruktur di enam distrik, dari 23 distrik di Kabupaten Asmat.

"Tantangan pembangunan di sana adalah dikelilingi rawa-rawa. Kedua, air bersih krusial karena endapan sedimennya rata-rata 200 meter," kata Arie.

Arie menambahkan, kendala lainnya adalah biaya material yang mahal karena harus didatangkan dari Surabaya, Poso atau Palu. Karena itu, Kementerian PUPR juga akan mengembangkan satu wilayah yang menghubungkan antara Kabupaten Asmat dan Merauke, sehingga barang-barang material bangunan dari Makassar maupun Surabaya dapat dikumpulkan di area penghubung tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Jalan Provinsi Bian-Okaba Kini jadi jalan Setapak

Selanjutnya

Pembangunan jembatan Holtekamp diganjar dua rekor MURI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe