close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Seribu OAP diberi beasiswa kuliah
  • Kamis, 08 Februari 2018 — 23:47
  • 2334x views

Seribu OAP diberi beasiswa kuliah

"Khusus 1.000 kuota diperuntukkan bagi putra-putri asli orang Papua yang akan direkrut oleh Dinas Pendidikan setempat bersama tim, sedangkan sisanya 100 kuota lainnya  disediakan untuk pelamar yang bukan OAP namun lahir besar di Bumi Cenderawasih," kata Didin di Jayapura, Kamis (08/02/2018).
Ilustrasi Mahasiswi asal Papua - Jubi/Unnes.ac.id
ANTARA
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua dan Papua Barat diberikan 1.100 kuota beasiswa kuliah dari pemerintah pusat melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Direktur Kemahasiswaan Direktorat Belmawa Kemenristekdikti Didin Wahidin di Jayapura, mengatakan dari kuota 1.100 kouta tersebut terbagi menjadi Papua Barat 225 kuota, Papua 375 kuota, program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) 400 kuota, program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) kuota 300 dan kabupaten 3T di Bumi Cenderawasih 100 kuota.

"Khusus 1.000 kuota diperuntukkan bagi putra-putri asli orang Papua yang akan direkrut oleh Dinas Pendidikan setempat bersama tim, sedangkan sisanya 100 kuota lainnya  disediakan untuk pelamar yang bukan OAP namun lahir besar di Bumi Cenderawasih," kata Didin di Jayapura, Kamis (08/02/2018).

Menurut Didin, khusus untuk program beasiswa ADIK sudah dimulai sejak 2012,  dan dari tahun ke tahun Direktorat Belmawa selalu berupaya memperbaiki kualitasnya hingga bagian tes penerimaan sehingga ada perbaikan nilai para mahasiswa.

"Proses perekrutan pelamar di Papua pastinya tidak sama dengan daerah lain. Kami menggunakan Tes Potensi Akademi (TPA) yang memiliki nilai prediksi dalam meramalkan tingkat keberhasilan siswa dalam program pendidikan di perguruan tinggi," ujarnya.

Pihaknya berkeinginan, agar kuota yang ditetapkan bisa terisi penuh, dengan maksud orangnya ada dan tingkat yang dipersyaratkan juga dipenuhi. Hal ini bertujuan agar Papua dan Papua Barat dapat sukses dalam meningkatkan sumber daya manusianya.

"Dalam penyamaan persepsi dan sosialisasi beasiswa program ADIK untuk OAP 2018 ini, kami memperoleh informasi mengenai kendala yang dihadapi dari tiap kabupaten berbeda-beda, tapi akan coba diminimalisir sebaik mungkin," kata Didin.

Kata Didin, Direktorat Belmawa juga berupaya agar pendaftaran bagi beasiswa ADIK ini tidak hanya dilakukan secara daring (dalam jaringan/online), namun juga luring (luar jaringan/manual), sehingga jangan sampai putra-putri Papua tidak diterima di perguruan tinggi hanya karena tidak adanya jaringan internet. (*)

loading...

Sebelumnya

Rumah singgah tempat ODHA mengadu

Selanjutnya

Ingin lolos akreditasi, RSUD Jayapura butuh Rp68 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4952x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4348x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 4123x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2550x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe