Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Ancaman kontaminasi Sianida di Kepulauan Solomon
  • Jumat, 09 Februari 2018 — 11:09
  • 503x views

Ancaman kontaminasi Sianida di Kepulauan Solomon

Boboria menekankan tingginya konsentrasi sianida di sekitar kawasan tailing dam dan di sepanjang Sungai Metapona masih menimbulkan resiko kesehatan bagi masyarakat lokal, terutama terkait kegiatan berkebun mereka.
Tambang emas Gold Ridge, Kepulauan Solomon - Australian Broadcasting Corporation
Elisabeth Giay
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Honiara, Jubi - Tingginya kontaminasi Sianida pada sedimen di daerah dekat bendungan tailing Gold Ridge di Guadalkanal Tengah dan juga di sepanjang Sungai Metapona di Dataran Guadalkanal kemungkinan akan mengancam penghidupan masyarakat  setempat.

Demikian pernyataan seorang akademisi lokal, Dickson Boboria yang melakukan penelitian menyeluruh di seputar area tersebut dalam rangka mendapatkan disertasi doktoralnya tahun lalu.

Boboria menjelaskan walaupun dia mengakui hasil riset lapangan lainnya yang dilakukan oleh seorang peneliti asing Dr. Simon Albert beberapa tahun lalu di sepanjang Sungai Metapona menyimpulkan tidak terdeteksi keberadaan senyawa sianida di sistem persungaian, namun dia mengungkapkan sebelumnya mereka tidak menyadari bahwa sedimen di sepanjang sungai tersebut telah terkontaminasi dengan konsentrasi sianida yang cukup tinggi.

“Namun mereka tidak menyadari kemungkinan ini atau bahkan menguji sedimen di bawah air sungai  yang sangat terkontaminasi sianida.”

Boboria menekankan tingginya konsentrasi sianida di sekitar kawasan tailing dam dan di sepanjang Sungai Metapona masih menimbulkan resiko kesehatan bagi masyarakat lokal, terutama terkait kegiatan berkebun mereka.

“Satu hal yang perlu diketahui umum tentang senyawa kimia beracun ini adalah bahwa senyawa  itu diserap oleh tumbuhan dan hal ini sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia.”

Menurutnya konsentrasi sianida di sepanjang Sungai Metapona berkurang saat mendekati mulut laut.

Dia merekomendasikan agar pemerintah segera melakukan penilaian utuh atas lokasi-lokasi tersebut karena sumber kehidupan masyarakat sedang dipertaruhkan.

“Masyarakat tidak boleh berkebun di sekitar kawasan bendungan tailing dan juga di sepanjang Sungai Metapona.”

Boboria menyimpulkan satu-satunya metode remediasi yang diperlukan untuk  mengurangi konsentrasi sianida dari tailing dam adalah dengan melakukan aerasi pada seluruh bendungan, yang berarti lebih banyak oksigen perlu dipompa di dalam bendungan untuk menetralisirnya.(Solomon Star)

loading...

Sebelumnya

Setelah Indonesia, Komisaris Tinggi HAM PBB kunjungi PNG dan Fiji

Selanjutnya

Pemilik feri maut Kiribati diselidiki

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe